Tidak Ada yang Beli Sayur, Petani Rugi Besar

Saufat Endrawan, Jurnalis · Senin 07 September 2020 17:21 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 07 320 2273939 tidak-ada-yang-beli-sayur-petani-rugi-besar-sDaEjdRL5G.jpg Pasar Tradisional (Foto: Okezone.com)

BANDUNG – Adanya pandemi covid-19 membuat nasib para petani sayur di Kabupaten Bandung terancam gulung tikar. Hal tersebut dikarenakan harga jual hanya mencapai Rp1.000 per kg, tentunya hal tersebut tidak mampu untuk mengganti biaya tanam benih dan pupuk.

Sejumlah ratusan ton sayur milik para petani yang terletak di Kecamatan Pangalengan nyaris tidak dapat terjual. Akibat sulitnya mendapatkan pembeli yang dikarenakan banyaknya pasar dan rumah makan langganan para petani belum dapat beraktivitas normal seperti sebelumnya.

Baca Juga: Upah Rill Buruh Tani Turun 0,04%

Dampaknya nasib para petani saat ini terancam gulung tikar. Selain itu dikarenakan biaya operasional pembelian pupuk dan benih pemeliharaan yang tak terganti.

Oleh karena itu, saat ini Dinas Pertanian Kabupaten Bandung sedang berupaya untuk mencegah kerugian besar para petani dengan membeli hasil tanaman sayur para petani. Dengan cara bekerja sama dengan asosiasi pasar tani Sabilulungan.

Baca Juga: Menteri Basuki Siapkan Rp100 Miliar Borong Karet Petani untuk Aspal

Nantinya setelah dibeli, sejumlah sayuran tersebut akan dijual kepada masyarakat dengan paket seharga Rp15.000. Seperti yang dikatakan oleh Diar Hadi Gusdinar yang merupakan Sekdis Pertanian Kabupaten Bandung, cara tersebut dilakukan guna membantu para petani agar dapat menjual hasil tanam.

Salah satu warga setempat, Ajeng mengaku sangat dibantu dengan adanya paketan sayur tersebut. Pasalnya, jika langsung membeli di pasar, harga sayur tersebut bisa mencapai Rp50.000.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini