Rupiah Menguat di Awal Pekan, Ini Penyebabnya

Fakhri Rezy, Jurnalis · Selasa 08 September 2020 10:54 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 08 320 2274240 rupiah-menguat-di-awal-pekan-ini-penyebabnya-EsBHqknXqs.jpg Rupiah (Okezone)

JAKARTA - Penguatan Rupiah pada perdagangan Senin 7 September 2020 sejalan dengan penguatan mata uang Asia lainnya. Hal ini dikarenakan beberapa sentimen.

Mengutip laporan Treasury MNC Bank, Jakarta, Selasa (8/9/2020), mata uang di Asia menguat mengikuti penguatan mata uang yuan Tiongkok terhadap dolar AS. Yuan menguat setelah rilis data neraca perdagangan per Agustus yang tercatat lebih baik dari perkiraan.

 Baca juga: Rupiah Dibuka Melemah di Rp14.780/USD

Rupiah menguat juga ditopang oleh rilis data cadangan devisa Indonesia per Agustus yang kembali naik sebesar USD1,9 miliar menjadi USD137 miliar. Ditambah lagi, volume perdagangan hari ini cenderung tipis mempertimbangkan libur nasional pada sesi perdagangan AS.

Laporan ketenagakerjaan AS menunjukkan penurunan data pengangguran yang lebih baik dari ekspektasi dalam periode Agustus 2020. Pasar menyambut hangat laporan tersebut, tetapi antusiasme agak teredam oleh rencana perubahan panduan kebijakan Federal Reserve.

 Baca juga: Rupiah Pagi Ini Parkir di Rp14.777/USD

Ketua The Fed Jerome Powell sebelumnya telah memaparkan niat untuk menjaga suku bunga tetap nyaris nol dalam kurun waktu lebih lama. Selain isu kebijakan The Fed, kemerosotan tajam dalam bursa ekuitas AS juga menjadi salah satu sorotan pasar utama.

Pelaku pasar berikutnya bakal memantau reaksi beberapa bank sentral lain terhadap rencana perubahan yang diumumkan Federal Reserve. European Central Bank (ECB) menjadwalkan pengumuman pada hari Kamis. Sementara itu, perundingan dagang Inggris-Uni Eropa kemungkinan menghadirkan risiko spesifik bagi GBP/USD.

 Baca juga: Dolar Tekan Rupiah ke Rp14.755/USD

Harga minyak mentah WTI maupun Brent mengalami kemerosotan yang sangat drastis pada pekan lalu sehubungan dengan keputusan Arab Saudi untuk mengobral output minyak mereka. Dalam perdagangan hari ini saja, WTI sempat anjlok lebih dari satu persen ke kisaran terendah USD38.42 per barel. Padahal posisinya sepekan lalu masih di atas USD43 per barel.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini