Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pengusaha Terima Laporan Produk Mamin Disetop Sebelum PSBB Dimulai

Ferdi Rantung , Jurnalis-Jum'at, 11 September 2020 |18:45 WIB
Pengusaha Terima Laporan Produk Mamin Disetop Sebelum PSBB Dimulai
Logistik (Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi S. Lukman mengatakan bahwa pihak mendapatkan kabar bahwa ada salah satu anggotanya yang tidak bisa mengirim barang ke Jakarta. Ia mengaku kecewa karena produk makan dan minuman harusnya dikecualikan.

"Saya tadi mendapat kabar dari salah satu pabrik, bahwa pengiriman barang ke Jakarta sudah di setop. Padahal PSBB kan belum mulai juga. Ini sangat mengganggu" Katanya saat dihubungi, Jumat (11/9/2020).

 Baca juga: Anies Putuskan PSBB Total, Mal di Jakarta Akan Tutup

Saat ini, lanjut Adhi, pihaknya sedang mencari keterangan lebih lanjut atas larangan pengiriman barang tersebut. Untuk itu, Ia belum mau berkoordinasi dengan pihak Pemprov DKI Jakarta atas kejadian ini.

"Saya belum dapat informasi yang lengkap. Takutnya ini ada oknum yang tidak bertanggung jawab. Tapi kalau benar dilarang ini kan sungguh berbahaya karena dampaknya akan besar. apalagi makanan dan minuman menjadi produk yang dikecualikan karena masyarakat butuh itu," jelasnya.

Baca juga: Mohon Maaf Seluruh Mal di Jakarta Tutup Mulai Senin

Sebelumnya, para pelaku pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) harus berusaha keras agar bisa bertahan dengan kebijakan Gubernur DKI Jakarta yang kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total di Jakarta atau PSBB sebelum transisi yang mulai dilakukan Senin 14 September 2020.

Wakil Ketua Apindo Shinta Kamdani mengatakan, dengan asumsi semua kebijakan PSBB sama dengan yang diberlakukan pada April-Mei, maka level kegiatan ekonomi Jabodetabek bakal menurun.

"Ada kebijakan PSBB namun ada pengecualian untuk bebeberapa jenis industri untuk terus beroperasi karena kebutuhan ekspor), ekspektasi level kegiatan ekonomi di Jabodetabek akan turun ke level yang sedikit lebih tinggi dr April-Mei," kata Shinta

(Fakhri Rezy)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement