Jakarta PSBB Total lagi, Jam Operasional KRL Akan Dievaluasi

Giri Hartomo, Jurnalis · Sabtu 12 September 2020 15:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 12 320 2276712 jakarta-psbb-total-lagi-jam-operasional-krl-akan-dievaluasi-smOCjeampC.jpg KRL (Okezone)

JAKARTA - PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) bakal melakukan perubahan pada jam operasionalnya. Hal ini untuk merespon rencana penerapan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta mulai senin.

VP Corporate CommunicationsPT KCI Anne Purba mengatakan, nantinya, KRL hanya akan beroperasi dari pukul 04.00 WIB hingga 21.00 WIB saja. Semula, pengoperasian KRL pada era sebelum pandemi hingga pukul 24.00 WIB.

 Baca juga: Naik KRL Tanpa Berdesakan, Yuk Perhatikan Caranya

"KRL akan beroperasi pada pukul 04.00 – 21.00 WIB. Sementara Di masa normal sebelum pandemi, KRL beroperasi pukul 04.00 – 24.00 WIB," ujarnya dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu (12/9/2020).

Menurut Anne, jam pengoperasian tersebut nantinya masih bisa berubah. Sebab, pihaknya, akan melakukan evaluasi seiring dengan kondisi saat PSBB berjalan.

 Baca juga: Jakarta PSBB Total lagi, Jam Operasional KRL Akan Dievaluasi

"Jam operasi ini nantinya juga akan dievaluasi kembali dengan mempertimbangkan kondisi pengguna di masa PSBB," jelasnya.

Nantinya lanjut Anne, dalam pengoperasian KRL ini akan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Sebenarnya, penerapan protokol kesehatan ini sudah berlangsung sejak PSBB pertama baik kepada petugas maupun penumpang.

 Baca juga: Ganjil Genap Kendaraan Akan Diterapkan, Jam Operasional KRL Tak Berubah

"Untuk itu, menghadapi PSBB penuh yang kembali berlaku di DKI Jakarta pada 14 September mendatang, KCI tetap menerapkan berbagai protokol kesehatan di transportasi publik," jelasnya.

Dari segi pengguna, KCI juga melakukan pembatasan orang. Menurut Anne, yang diizinkan berada di dalam tiap kereta sesuai aturan yang berlaku agar kapasitas pengguna hanya 50%.

 Baca juga: Penumpang KRL Meningkat, Rute Rangkasbitung-Tanah Abang Ditambah

Artinya, setiap kereta hanya akan diisi oleh 74 orang saja. Atau angka tersebut sekitar 45% dari kapasitas setiap kereta yang beroperasi.

"Pembatasan ini dijaga melalui penyekatan di sejumlah zona antrean yang ada di stasiun," jelasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini