Surat 'Cinta' Orang Terkaya Indonesia kepada Presiden Jokowi

Feby Novalius, Jurnalis · Minggu 13 September 2020 08:22 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 13 320 2276919 surat-cinta-orang-terkaya-indonesia-kepada-presiden-jokowi-5GYxy6qAio.jpg Orang Terkaya Indonesia Tolak PSBB Jakarta. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan bahwa Jakarta akan kembali memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada 14 September 2020. Keputusan tersebut pun dinilai tidak tepat oleh orang terkaya Indonesia Budi Hartono.

Dirinya pun langsung menyurati Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menurutnya, meski Pemprov DKI Jakarta menerapkan PSBB, terbukti tidak efektif di dalam menurunkan tingkat pertumbuhan infeksi di Jakarta.

Baca Juga: Miliarder No 1 Indonesia Tolak PSBB DKI Jakarta, Terungkap Alasannya

Karena itu, dirinya menyurati Presiden Jokowi untuk mempertimbangkan keputusan Gubernur DKI tersebut. Demikian surat tersebut diunggah dalam Instagram @petergontha, Minggu (13/9/2020).

Baca Juga: 4 Fakta 11 Sektor Usaha Boleh Beroperasi saat Jakarta PSBB Total

Berikut surat dari orang terkaya Indonesia untuk Presiden Jokowi:

11 September 2020

Kepada yang terhormat:

Presiden Republik Indonesia Bapak Joko Widodo

Dengan hormat,

Perkenankan kami melalui surat ini menyampaikan masukan untuk Bapak pertimbangkan,

Kami membaca di pemberitaan, Gubernur DKI Jakarta akan memberlakukan PSBB mulai 14 September 2020.

Alasan atas pemberlakukan dikarenakan:

1. Semakin besarnya kasus positif Covid-19 di masyarakat di DKI Jakarta.

2. Kapasitas rumah sakit di Jakarta akan mencapai maksimum kapasitasnya dalam jangka dekat.

Menurut kami, keputusan untuk memberlakukan PSBB kembali itu tidak tepat.

1. Hal ini disebabkan PSBB di Jakarta telah terbukti tidak efektif di dalam menurunkan tingkat pertumbuhan infeksi di Jakarta. (bukti terlampir-Chart A negara yang berhasil dalam menurunkan tingkat infeksi melalui measure circuit breaker). Di Jakarta meskipun Pemerintah DKI melakukan PSBB, tingkat pertumbuhan infeksi tetap masih naik (Bukti terlampir - Chart B-DKI Jakarta).

2. Kapasitas Rumah Sakit DKI Jakarta tetap akan mencapai maksimum kapasitasnya dengan atau tidak diberlakukan PSBB lagi. Hal ini disebabkan seharusnya Pemerintah Daerah atau Pemerintah Pusat harus terus menyiapkan tempat isolasi mandiri untuk menangani lonjakan kasus.

Contoh Solusi terlampir: ini adalah photo di Port di Singapura yang membangun kapasitas kontainer isolasi ber-AC untuk mengantisipasi lonjakan dari kasus yang perlu mendapat penanganan medis. Fasilitas seperti ini dapat diadakan dan dibangun dalam jangka waktu singkat atau kurang dari 2 minggu karena memanfaatkan container yang tinggal dipasang AC dan tangga. (fbn)


(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini