Jakarta PSBB Lagi, Pengusaha: Pengendalian Covid-19 Harus Efektif

Aditya Pratama, Jurnalis · Minggu 13 September 2020 13:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 13 320 2277009 jakarta-psbb-lagi-pengusaha-pengendalian-covid-19-harus-efektif-Jg1VcoKLqM.jpg Jakarta Akan Terapkan Kebijakan PSBB Total. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memutuskan apakah akan menerapkan kembali kebijakan Pembatasan Sosial Bersaka Besar (PSBB) atau tidak. Pengusaha pun berharap kebijakan PSBB yang akan diterapkan berjalan dengan baik.

Hal itu guna menghindari PSBB dilakukan dalam waktu lama yang bisa memberikan dampak kepada perekonomian nasional.

Baca Juga: Jika PSBB Jakarta Diterapkan, Ekonomi RI Masih Bisa Pulih

"Karena itu, kami harap kebijakan ini bisa menghasilkan output pengendalian Covid-19 yang efektif dalam waktu yang sesingkat-singkatnya sehingga tidak berlama-lama PSBB," ujar Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta Kamdani, Minggu (13/9/2020).

Shinta menambahkan, semakin cepat pemerintah bisa mengendalikan Covid sampai mendekati nol, menghilangkan PSBB dan normalisasi kegiatan ekonomi, pelaku usaha akan semakin mendukung. Pihaknya juga berharap Pemprov DKI Jakarta untuk memastikan pelaksanaan PSBB kali ini betul-betul sukses untuk menihilkan penyebaran Covid-19 di Jakarta sebelum pertengahan kuartal IV-2020.

Baca Juga: Jakarta PSBB Total, Apa Kata Gojek?

"Kalau tidak, proyeksi peningkatan kinerja di kuartal IV juga akan turun dan kinerja ekonomi nasional 2020 akan lebih pesimistis dari yang sudah diproyeksikan sekarang," kata dia.

Shinta menyebut, PSBB bukan kondisi ideal maupun kondisi yang menyenangkan bagi pelaku usaha karena langkah yang amat sangat mematikan kegiatan usaha dan sangat menekan permintaan masyarakat sehingga hampir tidak ada driver untuk pelaku usaha menciptakan peningkatan kinerja ekonomi.

Menurutnya, saat ini pun pelaku usaha sudah mati-matian mempertahankan eksistensi dan kinerja dengan modal semakin menipis dan stimulus yang efeknya masih terlalu minim.

Selain itu, pihaknya juha khawatir bila kebijakan ini diberlakukan dalam waktu yang lama tanpa output pengendalian Covid yang memuaskan, banyak pelaku usaha sektor riil nasional, khususnya UMKM dan usaha skala menengah yang akan mati karena tidak sanggup bertahan dan pengangguran.

"Khususnya di sektor informal yang menyerap lebih dari separuh tenaga kerja nasional, akan meningkat lebih cepat. Namun, pada saat yg sama kami juga memahami urgensi kebijakan ini terhadap pengendalian Covid," ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini