Mau Pasarkan Produk Lewat YouTube, Begini Caranya

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 16 September 2020 06:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 15 455 2278265 mau-pasarkan-produk-lewat-youtube-begini-caranya-X3zG27Xhv5.jpg Pasarkan Produk Melalui Media Sosial. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Perkembangan teknologi memaksa para pelaku bisnis merambah platform digital dalam pemasarannya. Pasalnya, potensi untuk melihat brand lewat sebuah iklan membutuhkan biaya sangat besar.

Berdasarkan data ComScore VMX, ada 93 juta penonton unik di Indonesia berusia di atas 18 tahun yang menonton video di YouTube setiap bulannya selama setahun terakhir.

Sementara waktu tonton untuk video tentang sains, humaniora, bisnis, dan hukum dalam rentang 12 bulan hingga Juni 2020 terus tumbuh 80% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Baca Juga: Lagi Pandemi Covid-19, Usaha Mahar Pernikahan Justru Ramai Dicari Calon Pengantin

“Kami senang bahwa ada semakin banyak brand yang mulai menggunakan YouTube. Diharapkan, kami dapat membantu mereka menjangkau konsumen dengan cara yang spesial dan baru,” ujar Managing Director Google Indonesia Randy Jusuf dalam sebuah diskusi virtual, Rabu(16/9/2020).

Namun, sebelum memasarkan produknya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh para marketer. Pertama adalah memanfaatkan populasi digital yang yerus berkembang.

Kemudian yang kedua adalah menjangkau setiap kategori konsumen. Sebab menurutnya, sekarang brand dapat memanfaatkan satu platform saja untuk menjangkau audiens berdasarkan minat dan passionnya.

Baca Juga: Pria Lulusan S2 Jadi Tukang Cukur, Dibayar Seikhlasnya

Lalu para brand juga harus bisa mengeksplorasi berbagai format konten, karena kini ada banyak kategori konten yang semakin populer. Dan yang terakhir adalag dengan cara terus berinteraksi dengan konsumen karena mereka selalu mencari berbagai jenis konten baru.

“Kami juga mendengar bahwa ada banyak pengiklan yang sangat terbantu oleh YouTube dalam membangun kecintaan terhadap brand, terutama selama pandemi, dan mendorong penjualan sambil memberikan insight untuk menyesuaikan materi iklan bagi audiens yang berbeda,” jelasnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini