Demi Pulihkan Ekonomi, BI Ditantang Turunkan Suku Bunga

Rina Anggraeni, Jurnalis · Kamis 17 September 2020 09:46 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 17 320 2279110 demi-pulihkan-ekonomi-bi-ditantang-turunkan-suku-bunga-WOb8BXknRT.jpg Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. (Foto: Okezone.com/Bank Indonesia)

JAKARTA - Ruang penurunan suku bunga Bank Indonesia atau BI-7 Days Reverse Repo Rate (BI7DRR) masih bisa terjadi. Di mana saat ini suku bunga BI berada pada level 4%.

Ekonom Indef Bhima Yudistira mengatakan BI masih punya peluang menurunkan suku bunganya pada 25 basis point. Hal ini bisa mempercepat pemulihan ekonomi Indonesia akibat pandemi virus covid-19.

Baca Juga: BI Diprediksi Tahan Suku Bunga Acuan 4%

"Diperkirakan akan melakukan pemangkasan 25 bps untuk mempercepat pemulihan ekonomi dan meringankan beban debitur khususnya saat terjadi pengetatan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)," kata Bhima, di Jakarta, Kamis (17/6/2020).

Kata dia, penurunan suku bunga acuan juga menimbang simpanan kelas atas dengan nominal simpanan diatas Rp5 miliar alami kenaikan sejak awal pandemi. Hal ini tentunya mengkhawatirkan karena uang terhambat mengalir ke sektor riil.

"Oleh karena itu bunga acuan yang rendah bisa memberikan disinsentif bagi deposan untuk mengeluarkan uang yang parkir di bank dan mulai berinvestasi di sektor riil," katanya.

Baca Juga: Suku Bunga Acuan BI Ditahan Bisa Dongkrak Pemulihan Ekonomi

Sebelumnya, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia memutuskan untuk menurunkan BI 7-Day Reverse Repo Rate sebesar 25 bps menjadi 4%. Hal ini sejalan untuk dengan perkembangan perekonomian saat ini.

Selain itu, RDG Bank Indonesia memutuskan untuk menurunkan suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 3,25%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 4,75%.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini