Meski Krisis, Kredit Tak Macet Berkat Program Restrukturisasi

Fadel Prayoga, Jurnalis · Kamis 17 September 2020 18:52 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 17 320 2279523 restrukturisasi-tahan-kredit-macet-perbankan-39HuLCZ3t0.jpg Rupiah (Shutterstock)

JAKARTA - Kebijakan restrukturisasi kredit dinilai berperan besar menekan tingkat non-performing loan (NPL) dan meningkatkan permodalan bank. Program itu sangat membantu dunia usaha dalam meringankan pembayaran cicilannya di tengah kelesuan penjualan.

Direktur Riset CORE Piter Abdullah mengatakan dengan adanya restrukturisasi kredit, para debitur yang sedang mengalami penurunan pemasukan akan tetap membayar tunggakannya. Sehingga, tingkat NPL bank masih stabil, yakni di bawah 3% meski sedang terjadi krisis ekonomi.

 Baca juga: Restrukturisasi Kredit Meningkat, Kondisi Perbankan Masih Aman

"Karena adanya restrukturisasi kredit, yang macet itu bisa diperlakukan lancar. Oleh karena itu, yang lancar tidak harus membentuk cadangan. Ini yang kemudian menyumbang kondisi perbankan relatif sehat," kata Pite dalam diskusi daring, Kamis (17/9/2020).

Menurut dia, dengan melihat tren NPL yang tidak meningkat maka itu berdampak terhadap permodalan atau CAR sebuah bank yang terpantau dalam kondisi aman.

Baca juga: Strategi LPS Tangani Perbankan Sakit karena Covid-19

"Lonjakan kredit macet tidak terjadi. Masih di bawah 5%. Artinya, bank sangat sadar dengan risiko dan antisipasi pencadangan, apabila terjadi kredit macet. Dengan kondisi NPL relatif terjaga, menyebabkan CAR terjaga," ujarnya.

Dia menilai peran perbankan perlu dimaksimalkan lagi dengan cara memberikan modal usaha ke kelompok UMKM.

"Sehingga, dengan UMKM yang bisa terbantu bisa menggerakkan perekonomian kita secara keseluruhan," katanya.

Sebagai informasi, sejak diluncurkan 16 Maret 2020 hingga 10 Agustus, program restrukturisasi kredit telah mencapai Rp837,64 triliun dengan 7,18 juta debitur.

Jumlah tersebut terbagi untuk sektor UMKM yang mencapai Rp353,17 triliun dengan 5,73 juta debitur. Sedangkan untuk non UMKM, realisasi restrukturisasi kredit mencapai Rp484,47 triliun dengan jumlah debitur 1,44 juta nasabah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini