OPEC Desak Negara Produsen Minyak Kurangi Produksi

Fadel Prayoga, Jurnalis · Jum'at 18 September 2020 07:11 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 18 320 2279701 opec-desak-negara-produsen-minyak-kurangi-produksi-erfm9plRqp.jpg OPEC dan Sekutunya Minta Negara Produsen Minyak Kurangi Produksi. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Harga minyak naik sekitar 2% pada perdagangan Kamis. Hal ini berbalik positif karena OPEC dan sekutunya akan menindak negara-negara produsen yang gagal melakukan pemotongan produksi minyaknya.

OPEC pun berencana mengadakan pertemuan luar biasa pada Oktober, jika pasar minyak semakin melemah.

Baca Juga: Harga Minyak Meroket Hampir 5%, Brent Dijual USD42,2/Barel

Minyak mentah Brent pun memperpanjang kenaikan hingga 2,3% menjadi USD43,21 per barel. Minyak mentah berjangka AS ditutup 81 sen atau naik 2%, menjadi USD40,97 per barel.

Menurut tiga sumber OPEC +, produsen utama minyak seperti Arab Saudi dan Rusia, tidak merekomendasikan perubahan apapun terhadap target pengurangan produksi sebesar 7,7 juta barel per hari (bph) atau sekitar 8% dari permintaan global.

Baca Juga: Harga Minyak Naik Hampir 3% karena Pengurangan Produksi

Malahan sikap ini menekan negara-negara tertinggal seperti Irak, Nigeria hingga Uni Emirat Arab untuk memotong lebih banyak barel dalam mengkompensasi kelebihan produksi pada Mei-Juli hingga memperpanjang periode kompensasi dari September sampai akhir tahun.

"Mereka turun tajam di UEA. Harapan bahwa produksi bisa turun karena UEA dan lainnya memangkas produksi mendorong harga," ujar Analis Senior Price Futures Group Phil Flynn, dilansir dari CNBC, Jumat (18/9/2020).

OPEC+ pun memperingatkan bahwa pandemi akan terus mengekang permintaan. Panel teknis OPEC+ memperingatkan bahwa kenaikan kasus virus korona di beberapa negara dapat membatasi permintaan minyak meskipun ada tanda-tanda pemulihan ekonomi dan indikasi awal penurunan stok minyak.

Sementara itu, perusahaan energi AS mulai mengembalikan awaknya ke anjungan minyak lepas pantai di Teluk Meksiko setelah Badai Sally menghentikan operasinya selama lima hari. Hal ini membuat produksi berkurang hingga 500.000 barel per hari.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini