JAKARTA - Harga minyak naik sekitar 2% pada perdagangan Kamis. Hal ini berbalik positif karena OPEC dan sekutunya akan menindak negara-negara produsen yang gagal melakukan pemotongan produksi minyaknya.
OPEC pun berencana mengadakan pertemuan luar biasa pada Oktober, jika pasar minyak semakin melemah.
Baca Juga: Harga Minyak Meroket Hampir 5%, Brent Dijual USD42,2/Barel
Minyak mentah Brent pun memperpanjang kenaikan hingga 2,3% menjadi USD43,21 per barel. Minyak mentah berjangka AS ditutup 81 sen atau naik 2%, menjadi USD40,97 per barel.
Menurut tiga sumber OPEC +, produsen utama minyak seperti Arab Saudi dan Rusia, tidak merekomendasikan perubahan apapun terhadap target pengurangan produksi sebesar 7,7 juta barel per hari (bph) atau sekitar 8% dari permintaan global.
Baca Juga: Harga Minyak Naik Hampir 3% karena Pengurangan Produksi
Malahan sikap ini menekan negara-negara tertinggal seperti Irak, Nigeria hingga Uni Emirat Arab untuk memotong lebih banyak barel dalam mengkompensasi kelebihan produksi pada Mei-Juli hingga memperpanjang periode kompensasi dari September sampai akhir tahun.
"Mereka turun tajam di UEA. Harapan bahwa produksi bisa turun karena UEA dan lainnya memangkas produksi mendorong harga," ujar Analis Senior Price Futures Group Phil Flynn, dilansir dari CNBC, Jumat (18/9/2020).