KRL dari Jakarta Hanya Sampai Pukul 19.00 WIB, Pengusaha: Agar Karyawan Disiplin

Giri Hartomo, Jurnalis · Sabtu 19 September 2020 14:55 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 19 320 2280464 krl-dari-jakarta-hanya-sampai-pukul-19-00-wib-pengusaha-agar-karyawan-disiplin-4JNmmMuZA5.jpg KRL (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) akan menyesuaikan jam operasional KRL Commuter Line mulai 19 September 2020 sehubungan dengan pemberlakuan PSBB di wilayah DKI Jakarta. Salah satunya adalah kereta terakhir yang meninggalkan Jakarta hanya sampai pukul 19.00 WIB.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (Hippi) DKI Jakarta Sarman Simanjorang, mengatakan, penyesuaian jam operasional kereta api ini memiliki tujuan yang baik. Sebab dirinya melihat, penyesuaian ini bisa menjadi salah satu langkah untuk mendisiplinkan karyawan.

Baca Juga: Mulai Hari Ini Jadwal KRL Berubah, Kereta Terakhir dari Jakarta Pukul 19.00 WIB 

Khususnya kedisiplinan dalam menjalankan protokol kesehatan yang menjadi himbauan dari pemerintah. Apalagi di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) seperti saat ini, di mana pemerintah melarang masyarakat untuk berpergian ke luar rumah jika tidak ada sesuatu yang penting.

"Jadi kalau dari sisi pengusaha tentu tujuan pemerintah supaya karyawan kita disiplin. Pertama dalam menerapkan protokol kesehatan," ujarnya saat dihubungi Okezone, Sabtu (19/9/2020).

 

Tujuan yang kedua adalah mendisiplinkan karyawan agar ketika pulang kerja bisa langsung pulang ke rumah dan tidak mampir ke mana-mana. Karena jika berpergian atau bahkan nongkrong bisa tertinggal kereta.

"Kedua karyawan pada saat pulang kerja, bisa langsung pulang biar tidak mampir ke mana-mana. Karena kemarin-kemarin kan perasaannya ah ini masih ada jam malam macem-macem," jelasnya.

Dengan adanya penyesuaian jam operasional kereta ini juga membuat para pengusaha harus berpikir agar produktivitas tetap terjaga. Tetapi juga harus mengikuti kebijakan dari pemerintah termasuk menyesuaikan jam operasional kereta untuk para karyawannya.

"Karena kalau lembur kan nanti karyawan kita ketinggalan kereta. Jadi memaksimalkan produktivitas," kata Sarman.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini