5 Kewajiban Pengelola Hotel Selama PSBB Jakarta

Fadel Prayoga, Jurnalis · Rabu 23 September 2020 09:58 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 23 470 2282233 5-kewajiban-pengelola-hotel-selama-psbb-jakarta-FoE0LtefKi.jpg Hotel (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Dinas Pariwisata dan EKonomi Kreatif (Parekraf) DKI Jakarta menerbitkan Surat Edaran Nomor 353/SE/2020 tentang Pembatasan Usaha Pariwisata Selama Masa PSBB. Aturan itu mengatur tentang kegiatan usaha pariwisata sejak 14 September 2020.

"Khusus bagi usaha penyediaan akomodasi dan usaha jasa makanan/minuman (kecuali bar) dapat tetap membuka usahanya, dengan ketentuan," kata Plt Kepala DInas Parekraf Gumilar Ekalaya saat dihubungi, Rabu (23/9/2020).

Salah satu jenis usaha yang diizinkan beroperasi selama masa PSBB adalah perhotelan. Namun, demi mencegah penyebaran pandemi Covid-19 perlu diatur ketentuan operasionalnya di dalam Surat Edaran Nomor 353/SE/2020 tentang Pembatasan Usaha Pariwisata Selama Masa PSBB.

Baca Juga: 4 Fakta 11 Sektor Usaha Boleh Beroperasi saat Jakarta PSBB Total 

Setidaknya ada 5 ketentuan yang harus dijalani oleh pengelola hotel. Berikut rinciannya :

1. Menyediakan layanan khusus bagi tamu yang ingin melakukan isolasi terkendali bagi usaha akomodasi atau hotel dan sejenisnya yang telah ditetapkan oleh tim gugus tugas Covid-19;

2. Menutup seluruh fasilitas layanan hotel yang berpotensi menciptakan kerumunan orang di sekitar area hotel seperti function/meeting room, pool, fitness, spa, playground, restoran (dine-in);

3. Membatasi tamu hanya dapat beraktivitas dalam kamar hotel dengan memanfaatkan room service;

4. Melarang tamu yang sakit atau menunjukan suhu tubuh di atas normal, batuk, pilek, diare dan sesak napas untuk masuk ke dalam hotel;

5. Mengharuskan karyawan menggunakan masker, sarung tangan dan pakaian kerja sesuai pedoman keselamatan dan kesehatan kerja.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini