JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat hingga 22 September 2020, di Pasar Modal jumlah penawaran umum yang dilakukan Emiten mencapai 132. Di mana, total nilai penghimpunan dana mencapai Rp84,90 triliun.
Rinciannya, jumlah penawaran umum tersebut, 45 di antaranya dilakukan oleh emiten baru. Sementara itu, dalam pipeline saat ini masih terdapat 39 emiten yang akan melakukan penawaran umum, dengan total penawaran diperkirakan mencapai Rp17,34 triliun.
Baca juga: Airbnb Lanjutkan IPO meski Babak Belur Dihantam Corona
"Total penghimpunan dana tersebut terjadi di tengah kenaikan volatilitas di pasar keuangan global dan domestik," ujar Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso di Jakarta, Kamis (25/9/2020).
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun sebesar 3,42% sejak awal bulan hingga 18 September. Pada periode yang sama, yield rata-rata SBN naik sebesar 4,9 bps.
Baca juga; Melantai di Bursa Saham dengan e-IPO, Berikut Penjelasan BEI
Pelemahan pasar saham dan SBN tersebut turut didorong aksi investor asing yang mencatatkan outflow sebesar Rp169,22 triliun sejak awal tahun 2020 hingga bulan ini. Investor asing tercatat melakukan net sell di pasar saham dan SBN masing-masing sebesar Rp11,67 triliun dan Rp9,63 triliun pada bulan September serta net sell saham Rp 39,67 triliun dan SBN Rp129,55 triliun sejak awal tahun.
(Fakhri Rezy)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.