Industri Properti Lesu, Banyak Masyarakat Tunda Beli Rumah

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 25 September 2020 08:33 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 24 470 2283124 industri-properti-lesu-banyak-masyarakat-tunda-beli-rumah-NT3YVQ8YUk.jpg Rumah (Shutterstock)

JAKARTA - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan di DKI Jakarta cukup memukul beberapa sektor bisnis di dalam negeri. Tak terkecuali juga pada sektor properti yang terkena imbasnya.

Senior Associate Director Colliers International Indonesia Ferry Salanto mengatakan, penerapan kembali kebijakan PSBB membuat situasi industri properti semakin sulit. Salah satunya adalah pada sektor perumahan.

 Baca juga: Gedung Kejagung Belum Diasuransikan, Sri Mulyani: Sangat Sayang

"Adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (disebut juga Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap II) akan membuat situasi industri properti semakin sulit," ujarnya kepada Okezone, Jumat (25/9/2020).

Menurut Ferry, sejak PSBB tahap pertama ada penurunan pada minat beli masyarakat ke sektor properti. Karena masyarakat cenderung untuk membelanjakan uangnya untuk kebutuhan yang sifatnya sangat penting.

 Baca juga: Kenali 3 Jenis Kaca, Pilih yang Cocok untuk Rumah

"Di sektor perumahan, kami melihat banyak keterlambatan pembelian, dimana minat beli juga berkurang. Pada tahap awal PSBB tahap I, banyak orang yang memilih untuk tidak melakukan pembelian dalam jumlah besar atau tidak penting," jelasnya.

Sebenarnya lanjut Ferry, pada masa transisi pembelian perumahan sempat mengalami peningkatan. Namun dengan adanya kebijakan PSBB lagi di DKI, diperkirakan banyak masyarakat yang kembali menunda untuk melakukan pembelian.

"Saat kami dalam transisi PSBB, pembelian mungkin telah meningkat meskipun tidak signifikan sekarang, karena fase kedua PSBB, orang-orang kemungkinan besar akan kembali menunda pembelian," jelasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini