Asyik, Bakal Ada Diskon Paket Wisata 50%

Rina Anggraeni, Jurnalis · Senin 28 September 2020 11:59 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 28 320 2284798 asyik-bakal-ada-diskon-paket-wisata-50-08fkDEu4rX.jpg Bandara (Shutterstock)

JAKARTA - Pemerintah sangat serius dalam memulihkan pariwisata. Hal ini ditunjukan dari besaran stimulus yang diberikan pada sektor pariwisata.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan mengatakan pemerintah Indonesia pun menyediakan dana stimulus. Salah satunya dengan menggagas program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk menangani kondisi ekonomi masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19 dengan melibatkan K/L terkait.

 Baca juga: Vaksin Covid-19 Pulihkan Industri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

“Indonesia dapat memanfaatkan dana stimulus itu untuk membangun industri, infrastruktur, dan kegiatan-kegiatan lain agar langsung tepat sasaran. Tahun ini kita memperoleh dana sebesar Rp895 triliun,” beber Menko Luhut seperti dikutip website resmi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Senin (28/9/2020).

Kata dia, stimulus untuk industri pariwisata direncanakan memperoleh anggaran sebesar Rp1 triliun bersamaan dengan pada saat vaksin mulai didistribusikan di Indonesia di bulan Desember. Pemerintah akan memberikan diskon paket pariwisata sebesar 50% per Nomor Induk Kependidikan (NIK). Maksimum diskon 2.35 juta per NIK. Dengan hal ini, diharapkan terjadi multiplier effect sebanyak 4,58 kali sampai 5,85 kali atau senilai dengan Rp9,34 triliun sampai Rp11,93 triliun.

 Baca juga: Vaksin Covid-19 Ditemukan, Sektor Pariwisata Win Back 2021

"Selain memfungsikan dana stimulus, pemerintah akan memfokuskan pada pariwisata domestik hingga akhir tahun 2020. Sektor pariwisata menjadi salah satu sektor yang paling terdampak pandemi Covid-19. Dalam mengusung kegiatan pariwisata selama Covid-19, pemerintah akan menerapkan protokol kesehatan agar wisatawan merasa yakin untuk melakukan perjalanan," bebernya.

Menko Luhut melanjutkan, kemungkinan tahun 2021 Indonesia akan memperoleh dana stimulus sekitar Rp500 triliun. Meskipun lebih sedikit daripada tahun 2020, Indonesia tetap bisa menggunakannya untuk bentuk-bentuk yang produktif, seperti pembuatan real estate, pengembangan budidaya tambak udang, dan sebagainya. Diharapkan hal ini dapat memberikan pemasukan bagi negara dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat.

“Kami berharap pada tahun 2021, perekonomian Indonesia akan kembali tumbuh menjadi 4,5% hingga 5%,” tandasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini