SR013 juga berhasil menggaet Investor Baru sebanyak 16.234 atau 36,23% dari total investor, dengan jumlah terbesar (44,92%) berasal dari Investor Milenial. Generasi Milenial juga mendominasi jumlah investor terbanyak sebesar 16.392 orang atau 36,59%.
BACA JUGA : Summarecon Catatkan Marketing Sales Rp1,9 Triliun Sepanjang 2020
Dalam menyikapi kondisi pandemi, Pemerintah juga melakukan inovasi dalam melakukan kegiatan marketing antara lain virtual launching, webinar, dan IG Live dengan melakukan sinergi yang kuat antara tim Kemenkeu (melibatkan kantor vertikal di daerah dan perwakilan di luar negeri) dengan tim marketing Midis dalam memasarkan SR013 secara masif ke hampir seluruh daerah di Indonesia dan luar negeri (Abu Dhabi, Tokyo dan Australia).
Faktor positif yang berpengaruh terhadap besarnya penjualan SR013, antara lain imbalan yang masih cukup menarik meskipun lebih rendah dari kupon SR012 dan ORI017, proses pembelian mudah dan merupakan produk investasi yang aman dan likuid serta memiliki basis investor luas, banyak masyarakat yang diperkirakan memiliki dana idle karena PSBB sehingga spending menurun yang memerlukan instrumen investasi yang aman dan likuid, serta adanya SBR004 yang jatuh tempo pada tanggal 20 September 2020.
BACA JUGA : Minta Rp500 Miliar ke Pertamina, Bos Peruri Buka Suara
Tercatat rata-rata volume pemesanan SR013 sebesar Rp572,86 juta dengan volume pemesanan terbanyak dengan nominal di atas Rp1 miliar (59,73%). Lalu jumlah Investor Generasi Z (di bawah 19 tahun) yang berinvestasi pada SR013 sebanyak 291 investor (Rp126,14 miliar) atau rata-rata pembelian sebesar Rp433,48 juta. Jumlah investor Gen Z dalam SR013 jauh lebih tinggi dibandingkan SR012 yang hanya 88 investor.