Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pajak 0%, Gaikindo Irit Bicara soal Penurunan Harga Mobil

Fadel Prayoga , Jurnalis-Selasa, 29 September 2020 |16:16 WIB
   Pajak 0%, Gaikindo Irit Bicara soal Penurunan Harga Mobil
Mobil (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Sektor industri otomotif merupakan salah satu jenis usaha yang terkena dampak dari pandemi Covid-19. Demi mempertahankan bisnis tersebut di tengah pandemi, pemerintah berencana memberikan insentif pajak 0% bagi konsumen yang membeli mobil baru.

Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie D Sugiarto berharap stimulus itu dapat memulihkan industri otomotif di Tanah Air.

"Kami berharap akan efektif, karena tren menunjukkan bahwa daya beli masyarakat menurun," kata Jongkie saat dihubungi, Selasa (29/9/2020).

Baca Juga: Pajak Mobil Baru 0% Vs Lesunya Daya Beli Masyarakat 

Menurut dia, program itu bisa berhasil bila pemerintah pusat dan daerah memiliki koordinasi yang baik. Sehingga, dirinya belum bisa memprediksi berapa kenaikan angka penjualan saat pembelian mobil baru tak dikenakan pajak.

"Kenaikan penjualan belum bisa diprediksi, karena tergantung berapa besar potongan-potongan yang akan diberikan pemerintah pusat dan daerah," ujarnya.

Terkait berapa penurunan harga mobil ketika sudah tak dikenakan pajak, dirinya enggan berkomentar. Sebab, hingga kini pemerintah belum memutuskan apakah program itu akan dilaksanakan atau tidak.

"Saya tidak bisa komentar karena belum ada keputusan apapun, nanti jadi polemik," kata dia.

Sebelumnya, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Febrio Kacaribu mengatakan, keputusan mengenai pembebasan pajak kendaraan tersebut akan segera dirilis.

"Permintaan otomotif bebaskan pajak dan segalanya, we are looking into that. Kita pelajari semoga bisa diputuskan cepat," ujar Febrio dalam diskusi virtual.

Menurut dia, banyak aspek yang harus dilihat pemerintah sebelum memberikan pembebasan pajak. Misal apakah pembebasan pajak bisa mengangkat penjualan mobil dalam negeri sehingga berdampak pada perekonomian nasional.

(Dani Jumadil Akhir)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement