Covid-19 Bikin Masyarakat Kian Sadar Antre Bertransportasi Publik

Taufik Fajar, Jurnalis · Rabu 30 September 2020 17:48 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 30 320 2286301 covid-19-bikin-masyarakat-kian-sadar-antre-bertransportasi-publik-DvWosfANUi.jpg Transportasi di Era Covid-19 (Foto: Dok PT KAI)

JAKARTA - Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan Polana B Pramesti sepakat bahwa pandemi Covid-19 dapat menjadi faktor pendorong perubahan kultur bertransportasi publik.

Menurut Polana situasi perubahan tersebut terjadi karena adanya partisipasi semua pihak tidak terkecuali kesadaran dari para pengguna transportasi yang semakin meningkat dari waktu ke waktu dalam melaksanakan protol kesehatan.

“Tentunya Pemerintah berterima kasih atas partisipasi dan kesadaran yang semakin meningkat di kalangan pengguna transportasi," kata Polana dalam diskusi virtual, Jakarta, Rabu (30/9/2020).

Baca Juga: Waduh, Operator Angkutan Darat Rugi Rp15,9 Triliun per Bulan Gegara Corona

Menurut Polana kerja keras yang dilakukan oleh Pemerintah dalam menyusun regulasi dan menerapkan protokol kesehatan di sektor transportasi bersama operator dan stakeholder lainnya pada akhirnya membuahkan hasil meski proses yang dilalui tidak mudah.

Lebih lanjut Polana menjelaskan bahwa pemerintah akan terus menyikapi kondisi ini dengan berbagai langkah yang diharapkan mendorong perubahan-perubahan positif yang lain. Misalnya tentang implementasi kebijakan transportasi ramah lingkungan dengan mendorong peningkatan penggunaan Non Motorized Transportation (NMT).

“Non Motorized Transportation di mana pun di dunia ini sebenarnya menjadi bagian yang tak terpisahkan dari urban transport, hanya saja di Indonesia khususnya di Jabodetabek belum terlalu memasyarakat, “kata Polana.

Kondisi saat ini menurut Polana lebih memberikan peluang untuk mendorong jalan kaki dan bersepeda menjadi pilihan masyarakat bertransportasi untuk jarak -jarak yang terjangkau dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan.

”Pemanfaatan Non Motorized Transportation juga dapat dilakukan pada tahapan first mile maupun last mile saat menggunakan angkutan umum massal,” tutur Polana.

 

Bahkan bagi para pengguna sepeda, saat ini BPTJ tengah menyiapkan fasilitas bagasi gratis bagi pengguna Jabodetabek Residence Connexion (JR Connexion) yang membawa sepeda lipat.

“Dengan rencana tersebut, pengguna bus yang tinggal di kawasan Jabodetabek dapat membawa sepeda untuk digunakan pada tahapan first mile dan last mile setelah menggunakan angkutan umum massal,” jelas Polana.

Pengamat perkotaan Universitas Trisakti Yayat Supriatna, mengatakan saat ini masyarakat menjadi lebih teratur dalam hal antrean, disiplin penggunaan masker, tidak mengobrol saat berada di bus dan kereta rel listrik (KRL) atau MRT serta menjaga jarak saat berada di bus atau kereta.

Lebih lanjut, Yayat menjelaskan jika operator transportasi dikelola dengan baik serta mendapat arahan yang jelas, ternyata bisa mendorong perubahan. “Artinya, pandemi telah mendorong struktur yang membangun atau mengubah kultur," tutur Yayat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini