Bos OJK Bersyukur Ekonomi RI Minus tapi Tak Separah Negara Lain

Michelle Natalia, Jurnalis · Kamis 01 Oktober 2020 13:49 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 01 320 2286738 bos-ojk-bersyukur-ekonomi-ri-minus-tapi-tak-separah-negara-lain-dxXwEQWfOM.jpg Indonesia Terancam Resesi. (Foto: Okezone.com/Freepik)

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai kontraksi ekonomi terjadi pada perekonomian . di kuartal II dengan pertumbuhan minus 5,32%. Kontraksi ekonomi pin diperkirakan berlanjut pada kuartal III dengan perkiraan pemerintahminus 2,9% hingga minus 1%.

Ketua OJK Wimboh Santoso mengatakan, kontraksi ekonomi yang cukup dalam tak berlebihan rasanya jika patut bersyukur. Sebab, perlambatan ekonomi Indonesia tidaklah seburuk perekonomian di negara-negara lain.

"Hal ini dilihat di semua advanced economies (negara-negara maju) maupun di sebagian besar emerging economies (negara-negara berkembang) yang mayoritas struktur perekonomiannya bergantung pada perdagangan internasional, " kata Wimboh di Jakarta, Kamis (1/10/2020).

Baca Juga: Jurus Sri Mulyani Kejar Pertumbuhan Ekonomi 5% di 2021

Dia melanjutkan, untuk mengurangi dampak lebih lanjut dari pandemi Covid-19 pada sektor ekonomi dan keuangan, pemerintah bersama bank sentral mengeluarkan beberapa langkah kebijakan, baik fiskal, moneter maupun keuangan yang bersifat pre-emptive, extraordinary dan sekaligus forward looking.

Baca Juga: Duh, Sri Mulyani Bilang Ekonomi 2021 Belum Pasti Pulih

"Respon kebijakan sinergis dan koordinatif serta forward looking antara pemerintah bersama dengan OJK dan Bank Indonesia tersebut mampu menjadi benteng pertahanan yang tangguh dalam menghadapi economic shock yang begitu kuat bersumber dari pandemi ini," jelasnya.

Dia menambahkan, beberapa indikator sudah mulai ada perbaikan, antaranya keyakinan konsumen untuk mendongkrak pertumbuhan konsumsi rumah tangga.

"Di samping itu keyakinan konsumen juga mulai ada perbaikan, meskipun masih dalam zona kontraksi. Jadi ini di ujung-ujung ada optimisme. Angka-angka ini leading indicator yang menunjukkan ada pertumbuhan," pungkasnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini