Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

DP Mobil 0%, Gaikindo: Belum Tentu Penjualan Naik

Taufik Fajar , Jurnalis-Kamis, 01 Oktober 2020 |14:32 WIB
DP Mobil 0%, Gaikindo: Belum Tentu Penjualan Naik
Penjualan Mobil (Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) sempurnakan ketentuan uang muka bagi pemberian Kredit/Pembiayaan Kendaraan Bermotor (KKB/PKB) untuk pembelian kendaraan bermotor berwawasan lingkungan menjadi 0%.

Aturan ini melalui Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. 22/13/PBI/2020 tentang Perubahan Kedua atas PBI No. 20/8/2018 tentang Rasio LTV untuk Kredit Properti, Rasio FTV untuk Pembiayaan Properti, dan Uang Muka untuk Kredit atau Pembiayaan Kendaraan Bermotor (PBI LTV/FTV dan Uang Muka), berlaku efektif sejak 1 Oktober 2020.

 Baca juga: Pajak Mobil 0% Bisa Selamatkan 1,5 Juta Pekerja Otomotif dari PHK

Menanggapi hal itu, Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie D Sugiarto menyebut insentif DP 0% bagi konsumen yang membeli mobil baru belum tentu menaikkan angka penjualan.

"Daya beli masyarakat saat ini menurun. Jadi DP 0% belum tentu bisa menaikkan angka-angka penjualan secara signifikan," ujar dia kepada Okezone, Kamis (1/10/2020).

 Baca juga: Pajak Mobil Baru 0%, Penjualan Langsung Meroket meski Ada Covid-19? 

Dia juga menjelaskan daya beli masyarakat bisa tumbuh apabila pertumbuhan ekonomi nasional meningkat. "Daya beli masyarakat bisa meningkat seiring dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi nasional," ungkap dia.

Selain DP 0%, sektor industri otomotif juga mendapatkan insentif lain karena terkena dampak dari pandemi Covid-19. Demi mempertahankan bisnis tersebut di tengah pandemi, pemerintah berencana memberikan insentif pajak 0% bagi konsumen yang membeli mobil baru.

(Fakhri Rezy)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement