Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Wall Street Jatuh Usai Trump Positif Covid-19

Giri Hartomo , Jurnalis-Sabtu, 03 Oktober 2020 |07:08 WIB
Wall Street Jatuh Usai Trump Positif Covid-19
Wall Street (Foto: Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street jatuh pada penutupan perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu pagi WIB) setelah Presiden Donald Trump positif Covid-19. Hal ini memicu kekhawatiran soal Pilpres AS dan ancaman pandemi Covid-19 yang semakin memburuk.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 134,09 poin atau 0,5% ke level 27.682,81 setelah turun 430 poin pada sesi terendahnya. Indeks S&P 500 turun 1,0%, atau 32,36 poin menjadi 3.248,44 setelah jatuh sebanyak 1,7% sebelumnya. Indeks Nasdaq turun 2,2%, atau 251,49 poin menjadi 11.075,02.

Namun, rata-rata tiga indeks utama mampu memperkecil penurunan tajam setelah Ketua DPR Nancy Pelosi mengisyaratkan bantuan atau stimulus untuk industri penerbangan segera datang, bahkan mungkin sebagai bagian dari stimulus fiskal yang sangat dinanti.

Tercatat, saham maskapai penerbangan melonjak lebih tinggi bersamaan setelah Pelosi meminta industri penerbangan untuk menunda cuti pekerjanya. Dia mengatakan bantuan bagi pekerja maskapai dalam waktu dekat segera meluncur.

Saham American Airlines dan United menghapus kerugian sebelumnya yang masing-masing turun 3,3% dan 2,4%.

“Kami akan memberlakukan undang-undang bipartisan yang berdiri sendiri dari Ketua DeFazio atau mencapai ini sebagai bagian dari RUU keringanan yang dirundingkan secara komprehensif, yang memperpanjang enam bulan Program Dukungan Penggajian,” kata Pelosi dalam sebuah pernyataan seperti dilansir CNBC, Jakarta, Sabtu (3/10/2020).

Baca Juga: Dampak Trump Positif Covid-19, Investor Kabur 

Sebelumnya, Pelosi mengatakan Trump yang positif Covid-19 mengubah dinamika pembicaraan stimulus fiskal. Dia menambahkan anggota parlemen akan menentukan jalan tengah dan akan menyelesaikan pekerjaan. DPR mengesahkan RUU stimulus fiskal virus corona yang dikuasai Partai Demokratik senilai USD2,2 triliun Kamis malam, sementara Menteri Keuangan Steven Mnuchin menawar paket stimulus di angka USD1,6 triliun.

Namun, Trump yang positif Covid-19 menimbulkan ketidakpastian pada pemilu, sebuah peristiwa yang sudah membebani pasar dan membuat para investor gelisah saat mereka mencoba untuk mengevaluasi kemungkinan hasil. Itu juga menimbulkan kekhawatiran tentang gelombang kedua virus corona dan pencabutan lockdown yang lebih lambat.

 Trump dan Istri Terinfeksi Covid-19

Di sisi lain, Dokter Gedung Putih Dr. Sean Conley berkata dalam sebuah memo, "Presiden dan Ibu Negara keduanya baik-baik saja saat ini, dan mereka berencana untuk tetap di rumah di dalam Gedung Putih selama masa pemulihan mereka."

Conley juga mengatakan dia mengharapkan Trump untuk terus menjalankan tugasnya tanpa gangguan sambil memulihkan diri.

Kepala staf Gedung Putih Mark Meadows mengatakan Trump mengalami gejala ringan setelah dites positif Covid-19. Trump dan Melania dalam semangat yang baik.

Sementara itu, kampanye Trump yang melibatkan partisipasi presiden akan dilakukan secara virtual atau ditunda sementara.

“Kejutan bulan Oktober ini meningkatkan ketidakpastian politik yang sudah tinggi yang dihadapi pasar menjelang Hari Pemilu,” kata Jeff Buchbinder, ahli strategi ekuitas di LPL Financial. "Pasar tampaknya semakin menilai Joe Biden sebagai favorit, dan berita ini mungkin tidak mengubah itu, tetapi Trump dapat memperoleh dukungan dari pemulihan yang cepat."

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement