JAKARTA - Beberapa sentimen akan mempengaruhi pergerakan IHSG pada pekan pertama Oktober 2020. IHSG dalam sepekan perkirakan cenderung sideways di range yang lebar dengan dengan support di level 4.881 sampai 4.754 dan resistance di level 4.991 sampai 5.075.
Direktur Investama Hans Kwee menjabarkan, setidaknya ada delapan sentiment yang mempengaruhi gerak IHSG pada pekan depan. Mulai dari kabar positifnya Presiden Donald Trump hingga ketegangan Uni Eropa dan Inggris.
Baca Juga: Siap-Siap, IHSG Diprediksi Melemah Selama Sepekan
Berikut adalah 8 sentimen yang pengaruhi laju IHSG pekan depan:
1. Berita Presiden Donald Trump dan Istri terkena virus covid 19 menimbulkan kekhawatiran pelaku pasar. Situasi politik AS bisa berubah bila kesehatan Trump memburuk dan masuk ICU. Trump terkena virus covid 19 berpeluang menurunkan popularitasnya karena dianggap terlalu lemah dalam mengatasi pandemi covid 19. Hal ini meningkatkan risiko dan ketidakpastian di pasar keuangan. Pelaku pasar tidak suka ketidakpastian dan akan bergerak ke aset safe haven seperti emas, Dollar dan Yen.
2. Data ekonomi Amerika Serikat menunjukkan perlambatan pemulihan. Salah satunya data ketenagakerjaan. Departemen Tenaga Kerja melaporkan nonfarm payrolls hanya meningkat 661.000 pekerjaan bulan September setelah naik 1,489 juta pada Agustus. Data ini di bawah ekspektasi Ekonom yang disurvei Reuters yang memperkirakan 850.000 pekerjaan untuk September. Ini menunjukkan pemulihan pasar tenaga kerja AS melambat pada September. Penciptaan lapangan kerja masih jauh dari 22 juta pekerjaan yang di PHK sejak pandemi Covid 19. Jumlah pengangguran permanen di AS juga mengalami peningkatan.
Baca Juga: Nyaman di Zona Hijau, IHSG Menguat 1% ke 4.919
3. DPR Amerika akhirnya menyetujui proposal Partai Demokrat Paket Stimulus Fiskal senilai USD 2,2 triliun untuk memberikan bantuan ekonomi akibat pandemi Covid-19. DPR AS meloloskan proposal ke Senat melalui voting 214-207 pada Kamis malam waktu setempat. Ketua DPR Amerika Serikat, Nancy Pelosi dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin masih jauh dari kesepakatan paket bantuan Covid-19 di beberapa bidang utama, setelah diskusi melalui telepon. Hal ini membuka peluang paket stimulus fiskal ini akan kembali terganjal atau gagal di Senat AS. Saat ini ekonomi Amerika Serikat sangat membutuhkan stimulus menyusul pemulihan ekonomi yang melambat. Bila paket Stimulus ini kembali gagal akan menjadi sentimen negatif bagi pasar keuangan.
4. Terlihat indikasi awal terjadi gelombang ke dua virus Covid 19 di Eropa. Prancis melakukan persiapan untuk melakukan siaga maksimum covid-19 mulai Senin. Kemungkinan langkah ini akan memaksa penutupan restoran dan bar dan memberlakukan pembatasan lebih lanjut pada kehidupan publik untuk menghindari penyebaran Covid 19 lebih lanjut. Italia memperpanjang kondisi darurat untuk mencegah penyebaran corona baru hingga Januari. Inggris akan memperpanjang pembatasan lokal di kawasan utara sebagai tanggapan atas lonjakan kasus Covid 19. Di Spanyol khususnya kota Madrid akan menjadi ibu kota Eropa pertama yang kembali melakukan lockdown untuk menahan lonjakan kasus Covid-19. Wave 2 covid-19 yang di antisipasi dengan langkah pembatasan sosial berpotensi membawa perlambatan ekonomi yang berpeluang menekan pasar keuangan khususnya pasar saham.