Kekayaan 5 Miliarder Dunia Ini Naik di Tengah Covid-19

Safira Fitri, Jurnalis · Minggu 04 Oktober 2020 14:40 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 04 455 2288218 kekayaan-5-miliarder-dunia-ini-naik-di-tengah-covid-19-xwxxjUzsCq.jpeg Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA – Pandemi covid-19 menekan ekonomi seluruh dunia. Tekanan ekonomi juga membuat sebagian miliarder kehilangan hartanya.

Namun, tidak semua miliarder mengalami kerugian selama pandemi covid-19. Di bawah ini adalah beberapa miliarder yang hartanya meningkat selama satu pekan terakhir.

Berikut adalah 5 miliarder yang hartanya naik selama pandemi yang dilansir dari Forbes, Minggu (4/10/2020).

Baca Juga: Harta Budi Hartono Hilang Rp61 Triliun karena Covid-19 

Michael Ashcroft

Kekayaan naik USD23 juta atau 1,31% menjadi USD1,8 miliar atau setara Rp26,28 triliun (kurs Rp14.600/USD). Harta Michael Ashcroft berasal dari membeli dan menjual sejumlah perusahaan, terutama raksasa keamanan rumah ADT.

Ashcroft juga merupakan investor besar di Belize dan sebelumnya menjabat sebagai Duta Besar Belize untuk PBB dari tahun 1998 hingga 2000.

Baca Juga: Janda Steve Jobs Punya Harta Rp291,9 Triliun, Ternyata Ini Sumber Duitnya

Michael Milken

Harta Mike Milken naik USD13 juta menjadi USD3,7 miliar atau Rp54,02 triliun. Mike bergabung dengan bank investasi Drexel Burnham Lambert pada tahun 1969 dan memperluas pasar untuk obligasi sampah dengan imbal hasil tinggi. Dia dilarang dari industri sekuritas setelah mengaku bersalah atas penipuan sekuritas pada tahun 1990. Pada Februari 2020, Presiden Trump memaafkannya.

Milken memimpin lembaga pemikir Institut Milken, yang memproduksi Konferensi Global Milken tahunan di Los Angeles, Davos di Pantai Barat. Milken memiliki investasi dalam ekuitas swasta, hedge fund, modal ventura, dan lebih dari satu perusahaan manajemen aset.

 

Sergei Gordeev

Kekayaan Sergei Gordeev naik USD6 juta menjadi USD2,7 miliar atau Rp39,42 triliun. Dia adalah investor di perusahaan rintisan termasuk Hyperloop One, perusahaan rintisan perjalanan berkecepatan tinggi di AS.

Pada tahun 1995, dia mendirikan Rosbuilding, yang membeli saham berbagai pabrik. Dia membeli 20% saham pembangun rumah PIK Group dari miliarder Suleiman Kerimov pada 2013, dan akhirnya menjadi pemegang saham pengendali. Dia kaya raya dengan membeli saham perusahaan industri di Moskow dan kemudian mengubah pabrik menjadi kompleks perkantoran.

Hussain Sajwani

Hussain Sajwani hartanya naik USD13 juta menjadi USD2 miliar atau Rp29,2 triliun. Dia adalah ketua pengembang real estat mewah yang berbasis di Dubai, Damac Properties, yang ia dirikan pada tahun 2002.

Dia memulai bisnis layanan makanan, melayani militer AS dan raksasa konstruksi Bechtel. Pada tahun 2001, setelah Dubai mengizinkan orang asing untuk memiliki properti, ia beralih ke real estate dan menjual unit di sebuah bangunan tempat tinggal dalam waktu kurang dari enam bulan.

Andrei Guriev dan Keluarga

Harta keluarga ini naik USD2 juta atau USD4,6 miliar atau Rp67,16 triliun. Andrei Guriev adalah wakil ketua PhosAgro, salah satu produsen pupuk berbasis fosfat terbesar di dunia. Seorang mantan pemimpin komite komunis di Moskow, Guriev menjadi wakil direktur di perusahaan induk keuangan, Menatep Group, pada tahun 1990.

Ketika mantan bosnya, Mikhail Khodorkovsky, yang pernah menjadi orang terkaya Rusia, masuk penjara, Guriev memimpin pembelian untuk mengendalikan anak perusahaan Menatep, PhosAgro.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini