Jiwasraya Rugi Rp16,8 Triliun

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Senin 05 Oktober 2020 10:12 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 05 320 2288456 jiwasraya-rugi-rp16-8-triliun-K3qQ4dnO6h.jpg Jiwasraya. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Manajemen baru PT Asuransi Jiwasraya (Persero) mencatat kerugian Jiwasraya mencapai Rp16,8 triliun. Kerugian ini diperoleh dari audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Direktur Utama Jiwasraya Hexana Tri Sasongko mengatakan, kerugian tersebut mencakup seluruh kerugian yang diderita perseroan pelat merah.

"Informasi lain adalah bahwa BPK sudah mengaudit dan investigasi atas kerugian negara terkait investasi Jiwasraya. Di mana, berdasarkan laporan BPK yang sudah dirangkum untuk melakukan penuntutan total kerugian negara terkait investasi adalah Rp16,8 triliun, di mana nilai tersebut meliputi keseluruhan Jiwasraya," ujar Hexana dalam konferensi pers secara virtual, Jakarta, Minggu (4/10/2020).

Baca Juga: IFG Life, Perusahaan Asuransi Penyelamat Jiwasraya

Bahkan, dia mengatakan, persoalan fundamental Jiwasraya sudah terjadi sejak 10 tahun lalu. Meski begitu, para manajemen perusahaan tidak mengambil langkah penyelamatan atau perbaikan secara fundamental bagi kinerja perseroan.

"Persoalan likuiditas Jiwasraya sudah terjadi sejak lama, kurang lebih 10 tahun lalu, dan tidak diselesaikan secara fundamental dan atau diselesaikan secara tidak tepat," kata dia.

Dia pun merinci faktor lain yang menyebabkan terjadinya tekanan likuiditas BUMN Asuransi tersebut yakni, pengelolaan dan penerbitan produk perusahan tidak sesuai dengan standar pasar yang. Akibatnya perusahaan mengalami kerugian dalam waktu yang panjang.

Baca Juga: Jiwasraya Disuntik Rp22 Triliun, Alasannya Supaya Nasabah Terima Haknya

Faktor lain adalah tata kelola investasi, dalam aspek ini perseroan dinilai tidak menerapkan prinsip kehati-hatian atau menerapkan Corporate Governance. Selain itu, ada dugaan fraud dari manajemen lama yang saat ini sedang sedang diproses oleh pihak penegak hukum dalam persidangan.

"Saya akan sampaikan poin penting dalam proses menyelesaikan permasalahan jiwasraya. Saya hanya sekedar mengingatkan bahwa jiwasraya saat ini mengalami kondisi keuangan yang tertekan sehingga membuat Jiwasraya tidak mampu memenuhi kewajibannya secara penuh kepada para pemegang polis," kata dia.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini