Menko Airlangga Minta Petani Saling Integrasi biar Untung

Rina Anggraeni, Jurnalis · Selasa 06 Oktober 2020 13:09 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 06 320 2289167 menko-airlangga-minta-petani-saling-integrasi-biar-untung-WtCTQjCYp9.jpg Petani (Shutterstock)

JAKARTA - Pemerintah berkomitmen melakukan transformasi ekonomi di sektor pertanian, dengan mendorong birokrasi yang selama ini belum mendukung lompatan nilai dalam mensejahterakan petani dan nelayan, beralih fokus kepada korporasi petani maupun nelayan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartato menyampaikan agar para petani menggunakan model bisnis saling terintegrasi, ini agar meraup keuntungan. Pasalnya, di Kabupaten Tanggamus, Lampung, petani pisang dapat memperoleh gaji setara dengan Rp4,5 juta per bulan. Program ini tengah dikembangkan di Kabupaten Jembrana, Bali dan Kabupaten Bener Meriah, Aceh.

 Baca juga: Kurang Optimal, Jokowi Dorong Pengembangkan Korporasi Petani-Nelayan

“Model bisnis itu tidak ada one size fit for all, ini berbasis kepada komoditasnya. Apakah itu nelayan, pertanian, atau holtikultura sehingga tentu solusi yang diharapkan Presiden adalah adanya integrasi antara off farm dan on farm karena selama ini petani nelayan kebanyakan di sektor off farm dan on farm-nya terputus. Nah ini yang didorong untuk nilai tambahnya ditingkatkan,” tutur Airlangga di Jakarta, Selasa (6/10/2020).

Dia mengatakan Presiden meminta untuk fokus pada sektor pertanian yang terkait dengan produksi beras, jagung, holtikultura, ternak sapi, dan ternak ayam.

 Baca juga: 714.141 Hektare Lahan Petani di RI Sudah Diasuransikan

“Jadi itu sektor-sektor yang diharapkan bisa menjadi pengungkit nilai tambah untuk petani dan nelayan,” imbuh Airlangga.

Dia menambahkan agar mengonsolidasikan semua kementerian atau lembaga yang memiliki program terkait, agar disamakan pemahamannya mengenai upaya peningkatan nilai pertanian.

"Selain itu, digitalisasi dan penerapan teknologi yang membantu proses produksi maupun distribusi hasil pertanian juga penting untuk dikembangkan," bebernya.

 

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini