Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Waspada, Pasar Saham Hadapi Risiko Penurunan Besar Jelang Pilpres AS

Fadel Prayoga , Jurnalis-Jum'at, 09 Oktober 2020 |10:10 WIB
Waspada, Pasar Saham Hadapi Risiko Penurunan Besar Jelang Pilpres AS
Pergerakan Pasar Saham (Foto: Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - Amerika Serikat akan menggelar pemilihan presiden (Pilpres) pada November 2020 mendatang. Perhelatan pesta demokrasi itu diprediksi akan membuat bursa saham di Negeri Paman Sam tersebut anjlok amat dalam.

Analis dari Goldman Sachs Abby Joseph Cohen mengatakan situasi di pasar saham bisa terjadi kontraksi yang sangat tajam jelang pemilu nanti. Bahkan, penurunan itu bisa tak bisa diprediksi dari yang biasanya terjadi dalam ilmu ekonomi.

Menurut dia, situasi itu bergantung dari kebijakan yang diterbitkan oleh kongres dan Presiden Donald Trump jelang pemilu nanti.

"Karena apa yang kami kenali mungkin tidak tepat mencerminkan semua volatilitas tidak hanya di pasar, tetapi dalam ekonomi, dalam kebijakan, dan tentu saja dalam sentimen investor," kata Cohen seperti yang dilansir dari businessinsider, Jumat (9/10/2020).

Baca Juga: Daftar Rekomendasi Saham Berpotensi Cuan Hari Ini 

Meski begitu, masih terbuka kemungkinan bursa saham menunjukkan tren yang positif jelang pemilu nanti. Hal itu bergantung terhadap kebijakan fiskal yang dikeluarkan oleh pemerintah Amerika Serikat.

Analis senior itu melihat hanya ada segelintir saham yang masih bergerak di zona positif. Keadaan itu dapat membuat pasar semakin tak stabil dan terperosok ke jurang yang paling dalam hingga membuat investor kecewa.

Penutupan Perdagangan, IHSG Menguat Tipis

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement