Tidak Ada Tenaga Kerja Asing Bebas Pajak

Rina Anggraeni, Jurnalis · Senin 12 Oktober 2020 15:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 12 320 2292328 tidak-ada-tenaga-kerja-asing-bebas-pajak-wOKxcWNHzl.jpg Tidak Ada Tenaga Kerja Asing yang Bebas Pajak. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA- Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Suryo Utomo memastikan Undang Undang (UU) Cipta Kerja tidak membebaskan kewajiban pajak Tenaga Kerja Asing (TKA).

Akan tetapi, pemerintah hanya memungut Pajak Penghasilan (PPh) pekerja asing atas pendapatan yang diterima di Indonesia selama 4 tahun pertama.

Baca Juga: RI Genjot Pajak Digital dan Pertanian Lewat UU Ciptaker

"Apakah ini dibebaskan? Tidak. Untuk penghasilan yang diperoleh di Indonesia itu tidak dibebaskan, tetap dikenakan pajak atas penghasilan yang diperoleh di Indonesia saja, selama 4 tahun pertama," ujar Surto dalam diskusi virtual, Senin (12/10/2020).

Jika setelah 4 tahun, pekerja asing masih berada di Indonesia, maka pemerintah akan memberlakukan rezim pajak normal. Pasalnya, Indonesia menganut basis pajak world wide income base yakni pemerintah hanya memberikan kelonggaran untuk empat tahun awal agar menarik datang ke Indonesia.

Baca Juga: UU Cipta Kerja, Menaker: Perluas Lapangan Kerja

"Jadi, bukan berarti mereka bebas pajak. Lebih dari 4 tahun seluruh penghasilan yang masuk dari luar Indonesia nantinya akan dikenakan pajak di Indonesia, untuk melaksanakan sistem pajak world wide income untuk orang pribadi yang ada," tuturnya.

Dia menambahkan, insentif tersebut diberikan agar tenaga kerja asing dengan keahlian tertentu dapat memberikan transfer knowledge atau berbagai pengetahuannya, sebab saat ini Indonesia masih tenaga ahli di bidang keahlian tertentu.

“Bagaimana TKA itu dapat transfer knowledge juga, dalam konteks untuk hal-hal tertentu dimana kita tidak punya atau minim expert-nya, TKA bisa mengisi. Menjadi penting adalah bagaimana membuat aktivitas bisnis lebih efisien, dan yang penting tadi adalah bagaimana knowledge mereka bisa ditransfer kepada tenaga kerja di Indonesia,”tandasnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini