Penjualan Kain Anjlok, Upah Pekerja Dipotong 50%

Firwansyah Firman, Jurnalis · Senin 12 Oktober 2020 13:44 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 12 455 2292249 penjualan-kain-anjlok-upah-pekerja-dipotong-50-ND34F8O5uE.jpg Uang Rupiah (Foto: Shutterstock)

SUMUT - Pandemi Covid-19 memberi dampak kepada seluruh industri di tanah air, hal ini juga tak terkecuali bagi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Salah satunya, pemasaran kain tenun ulos pun merosot tajam dalam penjualannya.

Para pengrajin tenun ulos atau pakaian budaya di Kecamatan Silalahi Sabungan, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, sangat merasakan dampak sejak beberapa bulan terakhir.

Baca Juga: Mengelola Keuangan Bisa Sontek Strategi Orang-Orang Kaya di Dunia

Dampak dari adanya pandemi jelas sangat mempersulit perekonomian warga.

Menurunnya penjualan ulos yang diakibatkan karena Covid-19, membuat hanya sedikit kalangan masyarakat yang melaksanakan resepsi atau pesta adat, di mana ulos biasanya menjadi salah satu kebutuhan utama saat ada acara tersebut.

Baca Juga:  Cara Mudah Menabung agar Cepat Kaya

Salah satunya yakni Rosianna Sagala, salah satu penenun ulos yang mengaku upah yang diterima untuk menenun kini dikurangi hingga 50% dari sebelumnya.

"Upah dikurangi sampai 50%," kata dia, Senin (12/10/2020).

 

Sedangkan salah satu pengusaha atau pemilik toko yang menjual berbagai macam jenis ulos yaitu Desiani Sijabat mengaku, penjualan ulos di tokonya sangat menurun bahkan mencapai lebih dari 50%.

Hingga saat ini, pandemi Covid-19 belum juga berakhir. Khususnya di Kabupaten Dairi yang saat ini juga masuk dalam zona merah. Tentunya hal tersebut sangat berdampak pada perekonomian dan kehidupan masyarakat untuk jangka yang panjang.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini