5 Langkah BI Geber Pemulihan Ekonomi Indonesia

Rina Anggraeni, Jurnalis · Selasa 13 Oktober 2020 15:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 13 320 2292926 5-langkah-bi-geber-pemulihan-ekonomi-indonesia-W2q0qD9Mta.jpeg Gubernur BI Perry Warjiyo (Foto: Okezone)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) akan terus menempuh langkah-langkah kebijakan lanjutan yang diperlukan dalam mempercepat program pemulihan ekonomi dengan mencermati dinamika perekonomian dan pasar keuangan global serta penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap prospek perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu.

"Koordinasi kebijakan yang erat dengan Pemerintah dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) terus diperkuat untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta mempercepat pemulihan ekonomi nasional," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam video virtual, Selasa (13/10/2020).

Bank Indonesia menekankan pada jalur kuantitas melalui penyediaan likuiditas, termasuk dukungan Bank Indonesia kepada Pemerintah dalam mempercepat realisasi APBN tahun 2020, guna mendorong pemulihan ekonomi dari dampak pandemi Covid-19.

"Ada Lima langkah kebijakan yang bakal ditempuh oleh BI," katanya.

Salah satunya, melanjutkan kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah agar sejalan dengan fundamental dan mekanisme pasar

Lalu, langkah kedua memperkuat strategi operasi moneter guna memperkuat stance kebijakan moneter akomodatif;

Serta, mempercepat langkah-langkah pendalaman pasar uang dan pasar valuta asing melalui pengembangan infrastruktur sarana penyelenggara transaksi berbasis sistem elektronik (Electronic Trading Platform/ETP) dan lembaga sentral kliring, novasi, dan transaksi (Central Counterparty/CCP).

Lalu, memperkuat implementasi kebijakan untuk mendorong UMKM melalui korporatisasi, peningkatan kapasitas, akses pembiayaan, dan digitalisasi sejalan dengan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI)

Kemudian BI memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan digital melalui penggunaan instrumen pembayaran digital, kolaborasi bank, fintech, dan e-commerce untuk mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Bank Indonesia Tolak Usulan Cetak Uang Rp600 Triliun sebagai Solusi Penanganan Covid-19

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini