Video Viral! Modus Lem di Mesin ATM, Uang Dikira Tak Keluar

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Minggu 18 Oktober 2020 08:55 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 18 320 2295402 video-viral-modus-lem-di-mesin-atm-uang-dikira-tak-keluar-x8GVmImBIj.png Screenshot Modus di ATM (Foto: Video yang Beredar)

JAKARTA - Video viral beredar soal modus baru pengganjalan uang di mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Video yang berdurasi 2 menit 28 detik ini menampilkan salah satu mesin ATM dipasang penutup (cover) berwarna hitam di bagian mesin saat pengambilan uang.

Video ini menunjukkan ada penutup (cover) yang sengaja ditempel menggunakan double tip oleh pelaku yang tidak bertanggung jawab guna mengambil uang nasabah saat mengambil uang di ATM.

 Modus ATM

Ketika nasabah ingin menarik uang di ATM, uang tersebut tidak keluar karena menempel di penutup (cover) yang ditempelkan di mesin ATM.

"Untuk mengambil uang ditutup cover berwarna hitam. Ini penutup, hati-hati. Ini cover bohongan, modus. Ditempel di mesin modusnya," ucap salah satu seorang dalam video tersebut yang dikutip Okezone, Jakarta, Minggu (18/10/2020).

Baca Juga: Apes, Pelaku Modus Ganjal ATM Tak Sadar Korbannya Kapolsek 

Masih dalam video tersebut juga menampilkan bagaimana penutupan (cover) tersebut menempel di mesin ATM.

"Jadi kalau ada orang mau (debet) uang, uangnya enggak keluar tuh. Nah hati-hati nih yang ngelihat seperti ini. Ternyata cover bohongan. Aslinya itu di dalam," kata orang tersebut.

"Di dalamnya ada double tip buat nempelin uang. Jadi uangnya ga keluar, Uangnya nempel di sini," sambungnya.

 Modus ATM

Menurutnya, banyak orang yang melaporkan uang tidak keluar seolah-olah mesin ATM-nya rusak. Padahal ada modus baru pencurian uang di ATM.

"Jadi banyak yang uangnya enggak keluar, seolah-olah cover. Ini modus Jadi orang yang mau narik uang, uangnya enggak keluar. Nah orang yang nempelin kemarin ambil uangnya nyangkut nempel. Saya selalu di sini, baru kali ini (nemuin)," katanya.

Okezone pun mengkonfirmasi kepada pihak Bank Indonesia (BI) melalui Kepala Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan dari pihak BI. (dni)

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini