NEW YORK - Harga emas dunia mengalami kenaikan pada perdagangan Senin (19/10/2020) waktu setempat. Hal ini dikarenakan ketidakpastian harapan akan stimulus ekonomi AS.
Melansir Xinhuanet, Jakarta, Selasa (20/10/2020) Kontrak emas teraktif untuk pengiriman Desember naik USD5,3 atau 0,28% menjadi ditutup pada USD1.911,7 per ons.
Baca juga: Harga Emas Berjangka Turun Tertekan Dolar AS
Emas juga mendapat dukungan karena indeks pasar saham AS jatuh pada hari Senin.
Pedagang memperkirakan putaran baru langkah-langkah stimulus yang dapat dicapai anggota parlemen AS dalam upaya terakhir. Tetapi analis pasar yakin prospek kesepakatan itu redup.
Baca juga: Masyarakat Kini Bisa Cek Sendiri Kualitas Emas
Produk domestik bruto China tumbuh 4,9% tahun ke tahun di kuartal ketiga tahun ini. Angka tersebut mendukung emas karena China adalah salah satu importir terbesar di dunia dan pembeli emas yang rajin.
Kenaikan emas dibatasi karena laporan yang dirilis pada hari Senin oleh National Association of Home Builders menunjukkan indeks pasar perumahan meningkat dua poin menjadi 85 pada bulan Oktober, pembacaan tertinggi sepanjang masa dari ukuran ini.
Perak untuk pengiriman Desember naik 29,3 sen, atau 1,2% menjadi ditutup pada USD24,698 per ons. Platinum untuk pengiriman Januari turun USD5,8 atau 0,67% menjadi ditutup pada USD863,5 per ons.
(Fakhri Rezy)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.