1 Tahun Jokowi-Ma'ruf Amin, Biaya Logistik Masih Jadi PR

Fadel Prayoga, Jurnalis · Selasa 20 Oktober 2020 11:19 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 20 320 2296453 1-tahun-jokowi-ma-ruf-amin-biaya-logistik-masih-jadi-pr-5vIjerdQbQ.jpg Biaya Logistik Masih Jadi PR Jokowi-Ma'ruf Amin. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Tepat setahun lalu Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjalani pelantikan di dalam sidang Paripurna MPR yang dipimpin langsung Ketua MPR Bambang Soesatyo di Gedung Parlemen. Kepala Negara berkomitmen tetap fokus membangun infrastruktur di seluruh daerah pada periode keduanya ini. 

Salah satu tujuan Jokowi adalah menyambungkan seluruh infrastruktur di Tanah Air untuk meningkat perekonomian di daerah tersebut. Meskipun investasi infrastruktur masih jauh tertinggal, pemerintah mempercepat ketersediaan infrastruktur konektivitas.

Baca Juga: Namanya Diabadikan Jadi Jalan di Abu Dhabi, Jokowi: Eratnya Hubungan RI-UEA

"Hal ini untuk menurunkan biaya logistik dan memberikan kemudahan bagi rakyat menuju fasilitas sosial dasar. Daerah-daerah yang dulu terpisah kini telah tersambung," tulis laporan tahunan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin dari Kantor Staf Kepresidenan (KSP) yang dikutip Okezone, Selasa (20/10/2020).

Stok infrastruktur Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) PDB naik drastis. Tercatat, pada 2015, nilai stok infrastruktur angkanya 35% yang dalam kurun waktu empat tahun naik 8%.

"Peringkat konektivitas infrastruktur kita membaik," tulis laporan tersebut.

Baca Juga: UEA Resmikan Nama Jalan Presiden Joko Widodo, Begini Penampakannya

Meski begitu, masih ada pekerjaan rumah yang belum beres, yaitu menurunkan biaya logistik. Pasalnya, biaya logistik Indonesia saat ini masih 23,5% dari PDB.

"Angka ini masih tertinggi di antara negara-negara Asia Tenggara. Biaya logistik ini harus dipangkas," tutupnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini