Bursa Saham AS Melemah Jelang Debat Capres

Fadel Prayoga, Jurnalis · Jum'at 23 Oktober 2020 08:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 23 278 2298167 bursa-saham-as-melemah-jelang-debat-capres-lremHwyRqo.jpg Wall Street (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Bursa saham berjangka Amerika Serikat (AS) melemah pada perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat pagi WIB) karena Wall Street mempertimbangkan potensi stimulus fiskal tambahan. Selain itu sentimen lainnya tentang pendapatan dan perawatan virus corona sambil menunggu debat terakhir presiden AS.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 18 poin, atau kurang dari 0,1%. S&P 500 berjangka tergelincir 0,1% dan Nasdaq 100 berjangka membukukan keuntungan marjinal. Demikian seperti dilansir CNBC, Jakarta, Jumat (23/10/2020).

Sementara itu, saham Intel turun lebih dari 9% dalam perdagangan setelah jam kerja menyusul rilis angka kuartalan yang beragam. Penghasilan perusahaan sejalan dengan ekspektasi analis, tetapi pendapatan dari bisnis pusat datanya jauh dari perkiraan analis.

Baca Juga: IHSG Seharian Melemah, Turun Tipis 0,07% ke 5.091

Di sisi lain, saham Gilead Sciences naik 4% setelah Food and Drug Administration menyetujui obat perusahaan, remdesivir, untuk digunakan sebagai pengobatan melawan virus corona.

Indeks Dow dan S&P 500 masing-masing naik 0,5% selama perdagangan reguler sementara Nasdaq Composite naik 0,2% setelah Ketua DPR Nancy Pelosi mengisyaratkan dia dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin membuat kemajuan dalam negosiasi stimulus fiskal mereka.

“Jika kita tidak membuat kemajuan, saya tidak akan menghabiskan lima detik dalam percakapan ini. Ini tidak lain adalah menurutku upaya serius. Saya yakin kedua belah pihak ingin mencapai kesepakatan,” kata Pelosi.

Namun, Pelosi juga melunakkan ekspektasi atas Demokrat dan Republik mencapai kesepakatan sebelum pemilu, dengan mengatakan perlu beberapa saat untuk sebuah RUU untuk ditulis dan ditandatangani.

Para investor telah mengawasi Washington dalam beberapa pekan terakhir karena mereka mengukur prospek bantuan virus corona untuk didorong. Beberapa pakar pasar dan ekonom, termasuk Ketua Federal Reserve Jerome Powell, menganggap penting bahwa anggota parlemen mencapai kesepakatan tentang paket stimulus lain.

“Kekuasaan pemerintah masih mencoba untuk mengumpulkan paket bantuan ekonomi lainnya,” kata Jim Paulsen, kepala strategi investasi di The Leuthold Group.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini