Baca juga: Saham BBTN dan BMRI Diprediksi Cuan, Rekomendasi Jangka Panjang
“Kami mengestimasikan hal ini dapat kembali terjadi, disebabkan beberapa faktor akan menjadi katalis untuk JAKPROP, yaitu: 1) Omnibus law akan memberi ruang terhadap WNI untuk memiliki properti; 2) Rendahnya suku bunga berpotensi meningkatkan permintaan properti khususnya kepemilikan rumah pertama; 3) Sovereign Wealth Fund akan membantu perusahaan konstruksi, disebabkan memiliki prospek terkait dengan pendanaan perusahaan konstruksi dan memperbaiki neraca pembayaran dan arus kas perusahaan konstruksi,” kata Rudy.

Selain JAKPROP, Rudy menambahkan, sektor keuangan (JAKFIN) juga berpotensi untuk bergerak di zona hijau. Dalam 5 tahun terakhir JAKFIN bergerak di zona hijau pada bulan November sebesar +0.36%. Menurutnya, emiten perbankan akan mengoptimalkan penyaluran kredit pada akhir tahun. Selain itu, rilis laporan keuangan sektor perbankan di 3Q20 lebih baik dari yang diestimasikan, sehingga investor berpotensi untuk memasukan kembali sektor kedalam portofolio investasinya.
(Fakhri Rezy)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.