JAKARTA - Tupperware Brands mencatat laporan keuangnnya di kuartal III meroket hingga 41%. Capaian tersebut di luar perkiraan para analis.
Pendapatan Tupperware mencapai USD477,2 juta atau setara Rp6,9 triliun (kurs Rp14.665 per USD) atau lebih tinggi dari perkiraan USD364,5 juta. Untuk penjualan naik 42% di Amerika Utara dan naik 23% di Eropa.
Baca Juga: Selama Trump Menjabat, 5 Perusahaan Teknologi Ini Sahamnya Melejit
Pendapatan bersih melonjak lebih dari 300% menjadi USD34,4 juta di kuartal tersebut. Tupperware telah melakukan pemulihan besar-besaran dalam bisnisnya, yang tercermin dari kinerja sahamnya selama beberapa bulan terakhir.
Setelah mengalami penurunan 86% dari awal tahun 2020 ke level terendah pertengahan Maret di USD1,15, saham telah rebound lebih dari 2.500%, naik ke level tertinggi USD29,99 dalam perdagangan Rabu, mewakili level tertinggi sejak Maret 2019.
Baca Juga: Kebiasaan Online Shopping? Asalkan Produktif, Bagus!
Perusahaan mengatakan tenaga penjualannya mendapat manfaat dari adopsi cepat alat-alat digital, yang membantunya menjual lebih banyak produk Tupperware meskipun ada pembatasan sosial seputar Covid-19.