Boikot Produk Prancis dan 4,5 Juta Pekerja Terancam Dirumahkan

Fadel Prayoga, Jurnalis · Jum'at 06 November 2020 04:28 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 05 320 2304809 boikot-produk-prancis-dan-4-5-juta-pekerja-terancam-dirumahkan-Dw1Lhh0kZ2.jpg Ritel (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Seruan boikot produk Prancis terus menggema. Hal tersebut menyusul pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang dianggap telah menghina umat Islam.

Menanggapi hal itu, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel seluruh Indonesia (Aprindo) Roy N Mandey mengatakan, dengan adanya seruan tersebut, maka akan mengancam usaha ritel di Tanah Air. Bahkan, bisa berdampak terhadap merumahkan atau terparah melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pegawai.

 

Tercatat, sektor usaha ritel di Indonesia itu cukup banyak menyerap tenaga kerja. Tak tanggung-tanggung jumlahnya mencapai 4,5 juta pekerja.

"Kita menyerap itu hampir 4,5 juta jumlahnya. Jadi bisa dibayangkan, akhirnya tenaga kerja harus dirumahkan. Rata tenaga kerja itu berasal dari putra-putra daerah. Akhirnya memberikan dampak terhadap daya beli dan ekonomi itu sendiri," ujarnya kepada Okezone.

Baca Selengkapnya: Produk Prancis Diboikot, 4,5 Juta Pekerja di Sektor Ritel Terancam

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini