JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 465 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp438,63 triliun dan USD47,5 juta, diterbitkan oleh 127 Emiten. Hal ini sudah termasuk pencatatan dua obligasi selama perdagangan pekan ini.
Mengutip keterbukaan informasi BEI, Sabtu (7/11/2020), selama sepekan, terdapat dua pencatatan obligasi, yaitu pada Rabu (4/11/2020), Obligasi Berkelanjutan I Bank QNB Indonesia Tahap III Tahun 2020 (Obligasi Tahap III) yang diterbitkan oleh PT Bank QNB Indonesia Tbk mulai dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan nilai nominal sebesar Rp448 miliar jangka waktu 367 hari.
Baca Juga: Kemenkeu Jual Obligasi Langsung ke BI, Ini Caranya
Hasil pemeringkatan untuk Obligasi Tahap III adalah AAAidn (Triple A) dari PT Fitch Ratings Indonesia (Fitch). Bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini adalah PT Bank Permata Tbk.
Hari berikutnya, Kamis (5/11/2020), Obligasi Berkelanjutan III Chandra Asri Petrochemical Tahap II Tahun 2020 yang diterbitkan oleh PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) mulai dicatatkan di BEI dengan nilai nominal sebesar Rp600 miliar dan tingkat bunga tetap sebesar 8,20% per tahun serta jangka waktu 3 tahun.
Baca Juga: Kabar Baik, Indonesia Masih Bisa Selamat dari Jurang Resesi
Hasil pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) untuk Obligasi adalah idAA- (Double A Minus). Bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini adalah PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.
Sementara itu, Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 123 seri dengan nilai nominal Rp3.615,86 triliun dan USD400 juta. EBA sebanyak 10 emisi senilai Rp7,18 triliun.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.