Share

Joe Biden Gagas Energi Bersih, Produsen China Pede Kebanjiran Orderan

Djairan, Jurnalis · Senin 09 November 2020 21:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 09 320 2306841 joe-biden-gagas-energi-bersih-produsen-china-pede-kebanjiran-orderan-uBfeyQTeW7.jpg Panel Surya (Shutterstock)

WASHINGTON - Kemenangan Joe Biden sebagai presiden Amerika Serikat (AS) terpilih diprediksi membuat Negeri Paman Sam itu akan mempercepat langkahnya menuju energi bersih. Hal itu membuat saham perusahaan energi China yang mendominasi produksi panel surya naik.

Diketahui, selama kampanyenya Biden menyatakan komitmen untuk menghilangkan emisi karbon dari sektor kelistrikan AS pada 2035. Mewujudkan hal itu setidaknya akan membutuhkan peningkatan instalasi tenaga surya baru, dan itu diperkirakan akan mengangkat permintaan global.

 Baca juga: Kemenangan Joe Biden Buka Peluang Pulihkan Hubungan Dagang AS-China

"Jika Anda melihat selama lima tahun terakhir, instalasi surya AS stabil cenderung datar karena administrasi Trump memang berfokus pada bahan bakar fosil, kedepan tampaknya akan berbeda dan kemenangan Biden akan mengarah pada peningkatan langsung," ujar analis dari Daiwa Capital Markets Hong Kong Ltd, Dennis Ip dikutip dari Bloomberg Senin (9/11/2020).

Hasil analisa Daiwa memperkirakan, instalasi tahunan AS akan naik dari sekitar 12 gigawatt menjadi 26 gigawatt selama lima tahun ke depan. Hal itu diyakini akan mendorong pertumbuhan permintaan global menjadi hampir 20 persen setahun, dibandingkan dengan 17,5 persen jika kebijakan energi AS tetap tidak berubah.

 Baca juga: Biden Terpilih Jadi Presiden AS, Bagaimana Tensi Perang Dagang?

Longi Green Energy Technology Co, perusahaan tenaga surya terbesar di dunia berdasarkan kapitalisasi pasar yang berpusat di Shaanxi, China mengalami kenaikan saham 1,2 persen di Shanghai pada perdagangan Senin. Sementara pembuat polysilicon GCL-Poly Energy Holdings Ltd, naik 6,6 persen di Hong Kong.

Kenaikan juga meluas ke tenaga angin, di mana perusahaan produsen turbin Xinjiang Goldwind Science & Technology Co juga mengalami kenaikan saham hingga 7,3 persen di waktu yang sama. Berbeda dengan perusahaan pengembangan surya JA Solar Technology Co, yang sahamnya turun hingga batas harian 10 persen di Shenzhen, setelah melaporkan ketuanya sedang diselidiki otoritas China.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini