Share

Kemenangan Joe Biden Buka Peluang Pulihkan Hubungan Dagang AS-China

Djairan, Jurnalis · Senin 09 November 2020 13:13 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 09 320 2306557 kemenangan-joe-biden-buka-peluang-pulihkan-hubungan-dagang-as-china-599Bayox3P.jpg Perang Dagang (Shutterstock)

BEIJING - Negeri Tirai Bambu memberikan nada optimis terhadap keberhasilan Joe Biden dalam memenangkan pemilihan presiden Amerika Serikat (AS). Perbedaan pendekatan yang diprediksi akan digunakan Biden dinilai akan memperbaiki gejolak yang telah diciptakan Presiden Donald Trump sebelumnya.

Media pemerintah China, Global Times, yang diterbitkan oleh People's Daily surat kabar resmi Partai Komunis China mengatakan hubungan kedua raksasa ekonomi dunia itu dapat pulih kembali, khususnya dalam hal perbaikan perdagangan.

 Baca juga: Daftar Miliarder di Balik Kemenangan Joe Biden

Disebutkan, pemerintahan Trump dengan sengaja telah menekan China sebagai strategi kampanye. Global Times menyebut Trump meyakini caranya itu dapat meraup banyak suara untuk meraih kembali tiket ke Gedung Putih. Meskipun tidak ada jaminan pasti Biden akan meredakan tekanan terhadap China khususnya pada masalah Xinjiang dan Hong Kong.

“Kami yakin gelembung-gelembung yang diciptakan Trump bisa pecah. Beijing harus berusaha untuk berkomunikasi dengan tim Biden sebaik dan selengkap mungkin, melakukan upaya bersama yang lebih besar untuk memulihkan hubungan China-AS,” tulis Global Times dikutip pada Senin (9/11/2020).

Baca juga: Joe Biden Jadi Presiden AS, Ekspor RI Diprediksi Meroket

Biden ingin memulai langkah penyelamatan ekonomi AS dengan penanganan Covid-19. Ada kemungkinan bagi AS untuk bekerja sama secara pragmatis dengan China dalam menanggulangi pandemi corona, di mana China berhasil pulih dari masalah itu. Kerja sama tersebut membuka kesempatan untuk mengevaluasi beberapa masalah lainnya.

Dalam pidato perdananya, Biden telah mengkonfirmasi niatnya untuk menangani masalah perubahan iklim dan energi bersih, salah satunya dengan bergabung kembali dengan Perjanjian Iklim Paris. Untuk mendukung hal itu serta kerangka kerja PBB tentang perubahan iklim, maka kerja sama AS-China tampaknya diperlukan.

Khusus dalam hal perdagangan, Biden kemungkinan besar tetap akan melanjutkan pendekatan ‘maximum pressure’ layaknya Trump, tetapi mungkin dengan caranya sendiri seperti pemimpin dari Demokrat sebelumnya. Global Times menyebut, suatu perubahan dalam administrasi tampaknya akan membawa beberapa upaya pragmatis baru oleh Biden.

“Dalam beberapa tahun terakhir, AS telah mengadopsi beberapa tindakan sembrono yang merugikan pihaknya sendiri, Washington telah gagal secara substansial mengurangi defisit perdagangan dengan Beijing dan justru malah membuat banyak perusahaan Amerika sendiri tidak puas,” tulisnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini