Joe Biden Jadi Presiden AS, Ekspor RI Diprediksi Meroket

Aditya Pratama, Jurnalis · Senin 09 November 2020 08:14 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 09 320 2306391 joe-biden-jadi-presiden-as-ekspor-ri-diprediksi-meroket-nO38DaVVeX.jpeg Ekspor-Impor Perdagangan di Pelabuhan (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Andry Satrio Nugroho menyebut bahwa terpilihnya Joe Biden sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) bakal membawa angin segar untuk Indonesia. Salah satunya adalah peluang peningkatan ekspor ke negeri Paman Sam.

Andry menjelaskan, di masa kepemimpinan Donald Trump, pertumbuhan nilai perdagangan Indonesia didominasi oleh impor dari AS. Catatan itu berbeda ketika AS dipimpin oleh Barack Obama.

Baca Juga: Keuntungan Joe Biden Terpilih Jadi Presiden AS dari Sisi Ekonomi

"Ketika era Obama-Biden justru ekspor kita masih tumbuh lebih besar daripada impor kita. Mungkin ini peluang ke depannya sebetulnya itu akan menjadi salah satu peluang kita untuk meningkatkan pertumbuhan ekspor produk-produk non migas dari Indonesia ke AS," ujar Andry dalam video conference, dikutip Senin (9/11/2020).

Andry menambahkan, 13% produk yang diekspor ke AS didominasi oleh produk pakaian, aksesori, karet hingga alas kaki. Namun, ekspor produk non migas ini bukan tanpa penantang, melainkan ada saingan dari negara lain yang juga melakukan ekspor serupa ke AS.

 

"Ini produk-produk yang sebetulnya di AS sendiri saingannya tentu kalau kita bisa mengeliminasi China kita bersaing dengan Vietnam dan Bangladesh," katanya.

Sementara itu, produk yang diimpor dari AS ke Indonesia didominasi oleh produk-produk barang modal, permesinan dan gandum. "Karena tepung-tepungan kita masih cenderung mengimpor besar dari mereka," ucapnya.

Untuk diketahui, kemenangan Joe Biden tentunya juga akan berdampak terhadap perubahan peta perekonomian dunia, salah satu topik utama yang menjadi sorotan dengan terpilihnya Biden adalah terkait perang dagang dengan Tiongkok yang telah berjalan beberapa tahun terakhir selama pemerintahan Trump. Perang dagang ini secara tidak langsung menekan kinerja ekspor dan impor dunia, termasuk perekonomian Indonesia. Dalam hal ini, Biden sendiri diproyeksikan beberapa pengamat akan mengurangi tensi hubungan dagang dengan Tiongkok.

Dari sisi ekonomi, Joe Biden, dalam manifesto kebijakan ekonominya akan melakukan kebijakan baru seperti menaikkan berbagai macam pajak termasuk pajak korporasi yang diprediksi akan naik sebesar 15% .

Terkait belanja negara sendiri, Biden berjanji akan memberikan stimulus fiskal yang jauh lebih besar yakni sekitar USD2,5 triliun selama periode 2021 – 2024.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini