JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) terpilih, Joe Biden bersama Wakil Presiden terpilih Kamala Harris akan memimpin AS untuk periode 2021-2024. Adapun Joe Biden memiliki sejumlah perbedaan mendasar dengan pendahulunya, Donald Trump.
Baca Juga: Joe Biden Menang Pilpres AS, TikTok Minta Ancaman Blokir Dicabut
Praktisi dan Pengajar Hubungan International Synergy Policies, Dinna Prapto Raharja mengatakan bahwa secara global terpilihnya Biden mendapatkan respon positif. Setidaknya ada dua hal mendasar terkait gaya kepemimpinannya dengan Donald Trump.
"Jadi, pendekatan yang akan dilakukan (Biden) baik itu ekonomi atau politik secara umum yang pertama itu cenderung sangat hati-hati, jadi hal yang kita lihat serba kilat (Trump) ada komunikasi mendadak via Twitter, kemudian penggantian menteri berkali kali itu kecil kemungkinan terjadi di era Joe Biden, orang itu sangat hati-hati," ujar Dinna dalam acara Market Review IDX Channel, Rabu (11/11/2020).
Perbedaan kedua, Dinna menyebut bahwa Joe Biden akan selalu masuk lewat lembaga dalam setiap aktivitas pemerintahannya. Hal ini berbeda dengan gaya kepemimpinan Trump.
"Jadi dia lebih nyaman bergerak dalam institusi atau rule of the games, jadi secara umum kalau ekonomi dia akan menghidupkan kembali negosiasi-negosiasi lewat WTO (World Trade Organitation)," katanya.
Dia juga menyebut pasar secara global juga menyambut baik dengan terpilihnya Biden, khususnya para sekutu AS sudah sangat gembira menyambut karena ada salah satu janji Biden bahwa hubungan tradisional antara AS dan sekutu akan kembali seperti dulu lagi.
"Artinya ada hubungan yang lebih dekat secara bilateral sebelum masuk ke dalam negosiasi yang sifatnya multilateral atau regional, ini lah keuntungannya jadi mitra AS pada saat ini," ucapnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.