Jokowi Sebut Ekonomi APEC Minus 2,7%, 74 Juta Orang Jadi Pengangguran

Michelle Natalia, Jurnalis · Jum'at 20 November 2020 22:07 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 20 320 2313369 jokowi-sebut-ekonomi-apec-minus-2-7-74-juta-orang-jadi-pengangguran-foF6ylSSJB.jpg Jokowi (Foto: Setkab)

JAKARTA - Dalam KTT APEC 2020 malam ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan bahwa ini saatnya APEC membangun kembali komitmen sekuat yang dilakukan pada tahun 1994 di Bogor dalam merajut visi APEC Pasca 2020.

"Saya secara jujur mengatakan bahwa fondasi kebersamaan yang telah dibangun di masa lalu cenderung melemah 2 tahun lalu di mana KTT APEC tidak dapat mencapai kesepakatan apapun," ujar Jokowi dalam pidato KTT APEC yang disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam video virtual di Jakarta, Jumat (20/11/2020).

Oleh karena itu, Jokowi menyambut baik bahwa di KTT kali ini dapat menyepakati sebuah hasil pertemuan. Selain itu Jokowi juga menyampaikan bahwa ekonomi APEC mengalami kontraksi PDB hingga 2,7% dan 74 juta penduduk kehilangan mata pencaharian secara bersamaan.

Baca Juga: Indonesia Dorong APEC Beri Akses Pasar Global bagi UMKM 

Jokowi menilai bahwa APEC harus membalikkan keadaan ini. Oleh karena itu dalam kaitan ini, Jokowi menyampaikan tiga hal pertama mengenai pentingnya kembali merajut visi APEC Pasca 2020 untuk menjadi momentum untuk mempertebal strategi keras guna mewujudkan kerjasama yang saling menguntungkan.

"Kedua, saya menekankan pentingnya reaktivasi pertumbuhan perekonomian APEC, di mana saya berharap di 2021 akan terjadi pertumbuhan positif," tambahnya.

 

Upaya ini, kata Jokowi, harus didorong mulai dari sekarang. Misalnya perjalanan bisnis esensial harus didorong, termasuk melalui optimalisasi APEC business travel card, tentunya dengan protokol kesehatan yang kuat dan penerapan disiplin.

"Lalu rantai pasok konektivitas dan digitalisasi ekonomi juga harus diperkuat. Dan yang ketiga, saya menekankan sebagai penutup, bahwa tidak ada pilihan lain bagi APEC selain untuk bekerja sama sebagaimana yang telah dilakukan di Bogor pada tahun 1994," tegasnya.

 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini