Ada Pelabuhan Patimban, Menko Luhut: 4,3 Juta Lapangan Kerja Terbuka

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 27 November 2020 20:56 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 27 320 2317656 ada-pelabuhan-patimban-menko-luhut-4-3-juta-lapangan-kerja-terbuka-Mni8NkSIIN.jpg Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan (Foto: Dok. Kemenko Marves)

JAKARTA - Pelabuhan Patimban diprediksi akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sebab, adanya pelabuhan yang dibangun di Jawa Barat ini, bisa meningkatkan kinerja ekspor dan impor Indonesia.

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, dengan adanya pelabuhan Patimban, maka kapal-kapal besar bisa bersandar di Indonesia. Diperkirakan kegiatan ekspor impor Indonesia akan mencapai 16,5 juta Teus pada 2025.

Baca Juga: Menko Luhut Beberkan Kekuatan Pelabuhan Patimban

"Secara keberlanjutan, keberadaan pelabuhan yang bisa mendukung kegiatan ekspor dan impor sebesar 16,5 juta Teus pada 2025," ujarnya dalam diskusi virtual, Jumat (27/11/2020).

Selain itu, adanya pelabuhan Patimban juga diharapkan bisa menimbulkan multiplier efek kepada sektor lainnya. Karena akan semakin banyak lapangan pekerjaan yang tersedia.

"Investasi ini diharapkan tidak hanya memberi dampak ekonomi tapi juga sosial melalui multiplier effect yang diciptakan," ucapnya.

Menurut Menko Luhut, dengan adanya Patimban akan membuka 149.000 lapangan kerja baru untuk masyarakat Subang dan sekitarnya. Angka ini terus bertambah hingga 4,3 juta dalam 10 tahun.

"Patimban juga akan memberi manfaat untuk masyarakat sekitar karena akan membuka 149 ribu lapangan kerja baru untuk masyarakat kab subang dan sekitarnya. Angka ini akan terus bertambah dengan target 4,3 juta pekerjaan dalam 10 tahun ke depan," jelasnya

Menko Luhut menambahkan, dengan banyaknya manfaat ini Indonesia patut berbangga memiliki Pelabuhan Patimban. Apalagi, investasi yang digelontorkan untuk pembangunan ini mencapai Rp35 triliun.

"Indonesia patut bangga karena bisa menjadi tujuan investasi investor dunia dengan nilai Rp35 triliun," kata Luhut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini