JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menjelaskan terkait pengelolaan keuangan negara. Menurutnya, mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sama halnya seperti mengelola uang iuran kas di kelas.
Sebab, uang yang dikumpulkan sama-sama akan difungsikan untuk keperluan bersama.
Baca Juga: Meski Sulit, Sri Mulyani Ingin APBN Bisa Melindungi Rakyat
"Uang saku di rumah atau sekola atau jadi bendahara kelas yang mana mengumpulkan iuran dari teman-teman itu bersama. Uang negara sama kayak gitu kita mengumpulkan uang dari pembayaran pajak dari wajib pajak atau dari sisi masuk bea cukai dan dari juga pengumpulan kekayakaan Indonesia," kata Sri Mulyani dalam video virtual, Jakarta, Senin (30/11/2020).
Sambung dia, uang negara juga bisa dihasilkan dari kekayaan alam Indonesia. Apalagi, Indonesia menjadi negara yang kaya karena memiliki berbagai macam pertambangan mulai dari batu bara, minyak, emas hingga lainnya.
Baca Juga: Sah, Banggar Setujui Laporan APBN 2019
"Itu setiap kali dia tambang, dia memiliki kewajiban untuk membayar bagi hasil kepada pemerintah baik royalti maupun pajak. Uang inilah yang kemudian dikumpulkan menjadi pendapatan negara yang kemudian dipakai untuk mendanai seluruh kegiatan kita bernegara," jelasnya.
Lalu, uang negara dikumpulkan untuk kegiatan negara yang disebut belanja negara. Hal ini untuk membuat Indonesia mengejar cita-citanya sebagai negara yang maju
"Kita harus mencoba menjelaskan pendapatan dikumpulkan dan belanja negara dikumpulkan," tandasnya.
Sementara itu, Sri Mulynai mengatakan bahwa tantangan ekonomi ke depan akan tidak mudah dalam mengelola APBN. Hal ini karena adanya pandemi Covid-19 akan meningkatkan ketidakpastian yang berpotensi menciptakan risiko yang semakin tinggi bagi perekonomian Indonesia.
"Oleh karena itu, kredibilitas APBN menjadi modal yang sangat berguna dan efektif dalam menjaga kepentingan nasional, serta melindungi masyarakat dan perekonomian Negara Kesatuan Republik Indonesia," kata Sri Mulyani.
Kata dia, pemerintah akan terus berupaya untuk menyeimbangkan tujuan jangka pendek dan menengah, melalui kebijakan yang extraordinary, responsif, adaptif, dan berorientasi pada pencapaian misi jangka panjang Indonesia Maju.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.