Sri Mulyani: Bayar Pajak untuk Jaga Negara Bukan Menyusahkan Rakyat

Rina Anggraeni, Jurnalis · Senin 30 November 2020 13:52 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 30 320 2318756 sri-mulyani-bayar-pajak-untuk-jaga-negara-bukan-menyusahkan-rakyat-11Ucr3miYv.jpg Pajak (Foto: Reuters)

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengungkap tujuan negara memungut pajak bukan untuk menyulitkan masyarakat. Melainkan, pungutan pajak adalah upaya untuk menjaga negara agar mampu bertahan di tengah berbagai tekanan termasuk pandemi Covid-19.

"(Pajak) untuk menjaga negara kita. Bayar pajak menjaga Indonesia sendiri untuk mengembalikan ke masyarakat bukan untuk menyusahkan masyarakat," ujar Sri Mulyani dalam video virtual, Senin (30/11/2020).

Baca juga: Indonesia Berhasil Raup Rp297 Miliar dari Pajak Netflix Cs

Kata dia, pajak yang dikumpulkan digunakan untuk merealisasikan berbagai aspek yang dapat dinikmati oleh masyarakat mulai dari infrastruktur hingga pendidikan berkualitas.

"Karena Indonesia negara yang punya cita-cita," bebernya.

Dia menambahkan pemerintah turut meningkatkan kualitas SDM melalui perbaikan pelayanan kesehatan seperti menggencarkan pemberian vaksin sehingga anak-anak Indonesia menjadi kuat dan tahan dari penyakit.

“Supaya kalian bisa menjadi orang-orang yang nanti lebih besar, lebih pintar dari orang tua kalian, lebih pintar dari generasi sekarang sehingga Indonesia semakin maju,” tegasnya.

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi target pajak pada Oktober 2020 masih sangat kecil. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan realiasis pajak baru 69% dari target pada APBN 2020.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyebutkan penerimaan pajak baru mencapai Rp826,9 triliun. Rinciannya, Pajak Penghasilan (PPh) Non Migas, hingga bulan itu baru mencapai Rp450,67 triliun dari target Rp638,52 triliun. PPh Minyak dan Gas Bumi (Migas) baru mencapai Rp26,37 triliun dari target Rp31,86 triliun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini