Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menkop Teten: Indonesia Belum Bisa Jadi Negara Maju, Karena....

Michelle Natalia , Jurnalis-Senin, 30 November 2020 |16:09 WIB
Menkop Teten: Indonesia Belum Bisa Jadi Negara Maju, Karena....
Teten Masduki (Foto: Kemenkop UKM)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (MenKop UKM) Teten Masduki menyayangkan fakta bahwa tingkat kewirausahaan Indonesia masih lebih rendah dibandingkan negara-negara tetangga di Asia Tenggara.

Tingkat kewirausahaan Indonesia masih berada di angka 3,47%. Sementara itu, tingkat kewirausahaan Singapura sudah hampir mencapai 9%, disusul dengan Malaysia dan Thailand yang hampir mencapai 5%.

Baca juga: Sri Mulyani: Ekonomi Tumbuh di Atas 8%, RI Jadi Negara Maju

"Dengan angka sekarang, Indonesia belum bisa menjadi negara maju. Standar kewirausahaan negara maju itu 4%," ujar Teten dalam video virtual di Jakarta, Senin(30/11/2020).

Teten mengatakan, selain kewirausahaan, ada hal lain pula yang yang perlu ditambahkan. Bukan hanya digitalisasi, tetapi UMKM harus bersiap untuk transformasi bisnis dan produk.

Baca juga: Sri Mulyani Bongkar Syarat Indonesia Jadi Negara Maju di 2045

"Jadi tidak hanya berfokus membuat batik, keripik, atau semacamnya, tapi juga transformasi berbasis digital dan ekonomi," terangnya.

Dia menyayangkan banyaknya impor barang yang seharusnya bisa diproduksi di dalam negeri. Misalnya alat permesinan sederhana dan alat-alat kesehatan yang bisa diproduksi oleh UMKM.

"Ini yang saya kira, jadi kami menaruh perhatian terhadap startup, usaha rintisan berbasis teknologi dengan pendekatan inkubasi," tambah Teten.

Dia mengatakan, terkait hal ini dalam UU Cipta Kerja sudah diperkuat, karena penting untuk mendorong inkubasi swasta dan kampus-kampus di daerah untuk meng-empower rintisan usaha dari anak-anak muda berpendidikan baik yang produknya berbasis teknologi.

(Fakhri Rezy)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement