Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gemar Belanja hingga Utang, Jadi Penyebab Milenial Susah Menabung

Reza Andrafirdaus , Jurnalis-Selasa, 01 Desember 2020 |13:48 WIB
Gemar Belanja hingga Utang, Jadi Penyebab Milenial Susah Menabung
Milenial (Ilustrasi: Shutterstock)
A
A
A

BOGOR – Generasi yang saat ini terbilang besar berdasarkan populasi dan pendapatan income adalah generasi milenial. Generasi ini pun akhirnya menjadi target dari bank.

Milenial telah menjadi subjek informasi yang salah terkait dengan literasi keuangan, kebiasaan belanja, dan brand loyalty. Pada kenyataannya, mereka menghadapi berbagai pencapaian finansial dan menyesuaikan produk secara langsung dengan beragam kebutuhan mereka. Hal tersebut dapat membantu bank memanfaatkan sepenuhnya peluang yang disajikan dengan melayani kaum milenial.

Baca Juga: Banyak Proyek Gunakan Konsultan Asing, Megawati: Kasih Kesempatan Anak Muda Kita!

Business Insider Intelligence membuat survei eksklusif untuk milenial di Amerika Serikan (AS) melalui layanan Master Your Money: Learn & Play Survey. Hasil survei tersebut mengungkapkan, milenial dapat digunakan bank dan penyedia layanan keuangan lainnya untuk membangun produk yang ditargetkan disesuaikan untuk grup.

”Data kami menyoroti tiga area yang menghalangi kesehatan finansial generasi ini: utang, kesulitan menabung, dan kurangnya pendidikan finansial. Utang milenial sangat terkonsentrasi pada utang kartu kredit, utang pinjaman pelajar, dan utang mobil. Sementara itu, pertumbuhan pendapatan rendah dan beban utang yang tinggi membuat mereka lebih sulit menabung,” dikutip dari Business Insider, Selasa (01/12/2020).

 

Dalam The Millennial Financial Health Report, Business Insider Intelligence mengidentifikasi strategi bank dan penyedia jasa keuangan untuk menjangkau kaum milenial.

“Kami mengidentifikasi tiga sub-generasi milenial, kebutuhan dan tantangan finansial yang unik dari masing-masing, dan cara penyedia dapat memanfaatkannya,” ungkap penyedia layanan riset dan analisis tersebut.

Berikut beberapa poin penting dari laporan tersebut.

1. Milenial diperkirakan sebagai populasi terbesar, khususnya di AS. Dengan kebutuhan finansial yang berbeda-beda, menyulitkan bank untuk memanfaatkan dan melayani mereka secara penuh.

2. Milenial sering diperlakukan seperti kelompok yang homogen. Namun, mereka bisa dapat dibagi berdasarkan usia yang menjadi subsegmen atas realitas keuangan yang berbeda. Bank perlu memahami hal tersebut agar dapat melayani pelanggan pada generasi ini secara efektif.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement