JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini ditutup menguat tidak setinggi hari sebelumnya. IHSG naik 13,65 poin atau 0,23% ke 5.944. IHSG pun belum sentuh level 6.000.
Head of Research Creative Trading System Argha Jonathan Karo Karo mengatakan, penguatan IHSG yang tidak terlalu signifikan disebabkan oleh aksi investor asing yang banyak menjual sahamnya pada perdagangan hari ini.
"Jadi, tentunya net sell itu tercermin di saat saham-saham perbankan mengalami koreksi hari ini. Jadi, sebetulnya penurunan karena itu. Bisa dibilang take a break dulu investor asingnya enggak banyak melakukan pembelian itu lah yang membuat IHSG naiknya enggak seheboh kemarin," ujar Argha dalam acara 2nd Session Closing Market IDX Channel, Selasa (8/12/2020).
Baca Juga: IHSG Bergerak Naik Tipis-Tipis Tapi Belum Tembus 6.000
Argha menambahkan, koreksi yang terjadi pada sesi pertama ke level 5.911 masih dalam kategori sehat selama belum ada aksi jual asing besar-besaran.
Dia juga menyebut beberapa faktor yabg menyebabkan pergerakan IHSG menjadi terbatas jika dibandingkan kemarin karena melemahnya saham perbankan yang punya persentase terbesar terhadap IHSG. Sementara itu, saham BUMN batu bara (PTBA) dan saham consumer emiten rokok (HMSP dan WIIM) mengalami kenaikan.
"Jadi, ya memang ini hanya balancing saja dan IHSG cerminan dari balancing saham itu. Sebenarnya posisi jenuh, kalau saham farmasi aja enggak naik semua, Kalbe Farma enggak terlalu banyak naik, jadi yang lebih berhubungan dengan saham saham yang turun signifikan tahun lalu dan jadi motor utama untuk saham saham ini," kata dia.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.