Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ekonomi RI 2020 Diprediksi Minus 2,4%, Sri Mulyani: Ini Tugas Berat

Rina Anggraeni , Jurnalis-Selasa, 08 Desember 2020 |13:40 WIB
 Ekonomi RI 2020 Diprediksi Minus 2,4%, Sri Mulyani: Ini Tugas Berat
Sri Mulyani (Foto: Setkab)
A
A
A

JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia 2020 diperkirakan masih minus. Pada tahun ini, ekonomi Indonesia diprediksi minus 2,4%.

Angka itu lebih rendah dari perkiraan sebelumnya yang diprediksi ekonomi Indonesia tahun ini minus 1,1% sampai 0,2%.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengaku kesulitan membuat ekonomi Indonesia tumbuh positif. Hal itu dikarenakan adanya lonjakan kasus Covid yang terjadi sejak November-Desember.

"Untuk proyeksi perekonomian 2020 -2,4%. Ini adalah tugas yang berat bagi kami semua untuk melakukan pemulihan di triwulan ke IV-2020 terutama karena kita melihat peningkatan penularan Covid-19 di awal Desember," kata Sri Mulyani dalam video virtual, Selasa (8/12/2020).

Baca Juga: Soal Resesi, Luhut: RI Ekonomi Terbesar di Asia Tenggara Juga Terdampak Covid-19

Pemulihan ekonomi akibat dampak pandemi Covid-19 tidak bisa hanya ditopang oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sehingga pemerintah tengah berupaya untuk mendorong sektor keuangan dan korporasi untuk kembali bergerak dan mulai pulih.

"Pemerintah akan menghitung risiko antara kebutuhan memulihkan ekonomi dan kemungkinan terjadinya kejahatan atau moral hazard," imbuhnya.

 

Kendati demikian, Sri Mulyani optimistis pada 2021 ekonomi tumbuh sekitar 5,3%. Namun dia menyebut hal itu tergantung pada vaksin untuk mengendalikan Covid-19.

"Untuk 2021 pemerintah lebih optimis. Tapi tetap berhati-hati karena tentunya perekonomian diharapkan tumbuh sekitar 5%, tapi ini tergantung dari covid, vaksin dan kemampuan kita untuk terus memperkuat pemulihan perekonomian," pungkasnya.

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement