7 Fakta Cukai Naik 12,5% yang Bikin Harga Rokok Mahal, Waspada Nomor 4

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 10 Desember 2020 17:55 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 10 320 2325360 7-fakta-cukai-naik-12-5-yang-bikin-harga-rokok-mahal-waspada-nomor-4-ab57xMjXGZ.jpg Cukai Rokok Naik 12,5%. (Foto: Okezone.com)

5. Bisa Tekan Rokok Ilegal

Pemerintah terus memerangi rokok ilegal dengan menangkap 8.155 kali peredaran rokok ilegal hingga 30 November mendatang. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan penangkapan ini meningkat 41,23% dibanding 2019 dengan rata-rata 25 tangkapan per ha

Jumlah batang rokok ilegal yang dari operasi ini mencapai lebih dari 384,5 juta batang senilai Rp339 miliar. Jumlah ini juga mengalami kenaikan dari tahun 2019 sebanyak 361,2 juta batang senilai Rp247miliar.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut dengan kenaikan cukai ini bisa menekan peredaran rokok ilegal. Hal ini menjadi salah satu yang melatarbelakangi dinaikkannya cukai rokok tahun depan.

"Kita ingin menurunkan peredaran rokok ilegal yang mana cukup merugikan kita," jelasnya.

6. Lindungi Ratusan Tenaga Kerja

Aliansi Masyarakat Tembakau Indonesia (AMTI) mengapresiasi keputusan pemerintah khususnya Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, yang tidak menaikkan tarif cukai hasil tembakau pada golongan Sigaret Kretek Tangan (SKT) pada 2021.

Hal ini demi perlindungan ratusan ribu tenaga kerja yang terlibat di dalamnya, penyerapan produksi tembakau yang melibatkan 2,6 juta orang, serta keberlangsungan industri kretek tangan yang padat karya.

"Kami mengapresiasi keputusan pemerintah dengan tidak menaikkan tarif cukai golongan SKT demi melindungi ratusan ribu pekerja," ujar Ketua Departemen Media Center AMTI Hananto Wibisono

7. Setuju cukai Naik, YLKI Sebut Harga Rokok Terlalu Murah

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia mendukung kenaikan tarif cukai rokok yang lebih tinggi. Kenaikan cukai rokok dinilai akan memberikan perlindungan kepada konsumen.

Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi mengatakan, kenaikan cukai rokok sebesar 12,5% di tahun 2021 sangat positif dan patut diapresiasi. Pasalnya, cukai rokok memang instrumen untuk melindungi masyarakat sebagai perokok aktif dan atau perokok pasif termasuk juga anak-anak.

"Dari sisi kesehatan publik, tentu ini hal yang sangat positif dan karena itu patut diapresiasi," ucap Tulus.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini